Keluar Cairan dari Telinga Anakku

Jun 1, 2019
Sumber: Pixabay

Sebenarnya ini kejadian sudah lumayan lama,  yaitu ketika anak pertama saya, Yusuf, berumur 10 bulan. Waktu itu keluar cairan dari telinganya,  tiba-tiba aja gitu. Sekarang umurnya sudah menginjak dua tahun dan alhamdulillah sudah tidak keluar cairan lagi dari telinganya. 

Saya masih ingat, waktu itu tengah malam ketika Yusuf (10months) bangun dan nangis meronta ronta. Tangisannya enggak berhenti-henti padahal sudah ditawari ASI, ditawari makan (kadang anak saya memang suka bangun tengah malam kalau lagi laper) tapi malam itu dia tidak mau. Anak saya hanya menangis dan saya tidak tahu penyebabnya. Sampai akhirnya dia mungkin kelelahan dan ketika saya tawari nenen lagi alhamdulillah perlahan-lahan dia mau tidur.

Ketika sudah terlelap, di tengah-tengah kegelapan saya melihat ada genangan air (bening seperti air biasa) di telinga bagian luarnya. Ketika itu saya hanya membersihkan pakai tisue karena saya kira mungkin itu bekas air matanya yang mengalir ke telinga.

Tapi paginya saya perhatikan ternyata airnya keluar lagi dari dalam telinganya. Pagi itu warnanya masih bening dan cair. Lama-lama ketika siang hari ternyata cairannya semakin berlendir dan berwarna kekuningan keesokan harinya. 

Periksa ke Puskesmas


Karena saya dan keluarga ada BPJS mandiri, langsung aja saya bawa ke puskesmas. Di sana dijelaskan penyebabnya kemungkinan karena batuk pilek yang berkepanjangan. Iya sih, Yusuf waktu itu lagi bapil dan kalau bapil biasanya emang sembuhnya lama. Jadi lendir dari bapil yang seharusnya keluar melalui mulut (kalau batuk) dan hidung (kalau pilek)  itu akhirnya keluar dari telinga. Karena umur segitu belum bisa mengeluarkan dahak dan ingus sendiri kan,  jadilah lendirnya mebembus jalur telinga.

Waktu itu sama dokter yang dari puskesmas hanya diberi obat untuk menyembuhkan bapilnya saja.  Sedangkan telinganya tidak diberi obat tetes,  dokter bilang kalau di bawah umur 2tahun tidak disarankan diberi tetes telinga. Enggak paham deh,  padahal ada juga seseibuk yang cerita kalau anaknya sembuh setelah dikasi obat tetes di puskesmas di kabupaten sebelah, padahal anaknya juga belum dua tahun.

Akhirnya cuma bisa pulang dan merawat kakak yusuf agar bapilnya cepat membaik. Dan ternyata emang bener,  ketika bapil berangsur pergi cairan dari telinganya tidak keluar lagi.

Eh sebulan atau dua bulan kemudian gitu (agak lupa persisnya) batuk pileknya dateng lagi,  dan di hari kedua malah cairan telinganya keluar lagi, kali ini  warnanya agak kuning gitu dan agak bau.

Sempat balik lagi ke puskesmas dan tanggapannya masih sama,  tidak diberi obat telinga dan hanya diberi obat batuk pilek. Dokter puskesmas bilang emang gitu kok, cairannya keluar lagi kalau bapil menyerang. Duh terus gimana dong? Kasian anakku, cairannya bau gitu kan,  mana dicemooh sama teman-temannya juga. Minta untuk dirujuk ke rumah sakit katanya enggak perlu :( terus disuruh obati bapilnya dulu aja. Kalau emang seminggu enggak sembuh entar balik ke puskesmas lagi.

Dan saya tidak bisa nunggu selama itu dong,  ini udah kambuh lagi,  dan cairannya udah bau,  nunggu seminggu kelamaan banget.

Periksa ke Dokter THT


Ribet emang kalau harus nunggu rujukan puskesmas dulu untuk bisa berobat ke dokter spesialis. Syukurnya waktu itu ada uang lebih untuk ke dokter THT. Akhirnya memutuskan ke dokter THT di RS Kota Mataram tanpa menggunakan BPJS.

Huh, di sana malah saya ditanya sama dokternya "Kenapa baru berobat sekarang kalau cairannya keluar pertama kali dua bulan yang lalu?  Ini gendang telinga anak ibu sudah bocor ya bu! "

Wadaaw, nyeseeeek! Pengen nangis! Saya sudah jelaskan ke dokter tersebut kronologinya seperti apa sampai akhirnya saya bisa membawa berobat ke spesialis THT itu setelah kambuh begini. Syukurnya dokter THTnya baik dan pengertian.

Dokternya jelasin lagi "Ibu berdoa saja, karena umur anak ibu masih kecil jadi ada kemungkinan nanti bisa sembuh telinganya. Ini saya lihat kebocoran gendang telinganya belum parah sih. Dirawat aja di rumah,  nanti ada obat tetes dan obat buat bapilnya".

Tuh kan, berobat ke spesialisnya emang beda,  saya mendapatkan penjelasan panjang lebar dan diberi obat tetes telinga untuk membersihkan telinganya. Katanya emang obat tetes itu bukan untuk menyembuhkan tapi untuk cuci cairan yang bau itu. Terus diresepin juga obat bapil yang paling bagus katanya.

Ehtapi ketika mau nebus obat ke apotik RSnya,  semua obat yang ada di resep tidak ada. Harus nyari ke apotik di luar rumah sakit. Setelah muter kesana kemari ternyata obatnya hanya tersedia di Kimia Farma. Harganya lumayan pula. Dokternya emang sudah jelasin di awal kalau obatnya dikasih yang bagus jadi emang agak mahal.  Tapi enggak apa-apa lah demi kesembuhan anak.

Setelah pulang dan merawat kakak yusuf di rumah,  alhamdulillah dua tiga hari kemudian bapilnya berangsur hilang dan cairan di telinganya juga berkurang. Biasanya cairannya itu keluar tiga kali sehari sekarang jadi sekali sehari dan lama-lama tidak keluar lagi. 

Kambuh Lagi


Sedih banget emang,  sudah memberikan obat dan penanganan terbaik tapi ternyata kalau bapil menyerang pasti cairan telinganya keluar lagi. Waktu itu saya mulai mengubah pola yaitu dengan cara melindungi anak agar bapilnya tidak berkepanjangan sehingga cairannya tidak begitu banyak yang keluar.

Lumayan sukses sih menurut saya,  pokoknya kalau bapil sedikit langsung dikasih treatment seperti minumnya harus hangat,  mandi pakai air hangat, rajin bejemur di bawah sinar matahari pagi, makanannya diperhatikan lagi,  dll. Alhamdulillah ketika bapilnya tidak terlalu parah, cairannya juga enggak bau dan enggak terlau sering keluar.

Lama-lama Sembuh Sendiri 


Dengan terus memberikan penanganan yang maksimal dan terus berdoa, alhamdulillah seiring bertambahnya usia si kakak cairan telinganya sudah tidak keluar lagi. Menurut saya sepertinya karena anak udah makin paham cara mengeluarkan dahak dan mengeluarkan ingus dari hidung kali yaa. Jadi kalau bapil,  lendir tidak menumpuk di dalam. Jadi tidak mencari jalan keluar melalui telinga. Ini menurut analisa saya aja sih yaa :D

Alhamdulillah tiada henti deh pokoknya,  sampai sekarang si kakak udah dua tahun lebih sudah tidak ada lagi cairan yang keluar dari telinganya. 

Baiklah,  begitu kira-kira cerita dari emak yusuf kali ini. Semoga bermanfaat ya moms. 

Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature