Uniknya Anak Kedua

by - November 02, 2018

Ilustrasi by Pixabay.com

Halohaaa happy moms! Kali ini saya mau berbagi cerita tentang anak kedua saya. Umurnya baru delapan bulan dan sekarang lagi gemes-gemesnya, pengen dicium-cium terus karena pipinya yang makin embul. Saya bersyukur banget lhoo dengan kelahiran anak kedua ini, walaupun hamilnya dulu tak direncanakan. Ya iyalah yaaa harus disyukuri namanya juga rejeki.

Tulisan kali ini saya kasih judul "Uniknya Anak Kedua" maksudnya bukan membanding-bandingkan dengan anak pertama. Mana ada ibu yang sayangnya hanya ke salah satu anaknya, enggak ada kan? Pastinya anak-anak kita memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi tulisan kali ini niatnya hanya ingin ngejawab pertanyaan dari para emak-emak muda yang mungkin berencana memiliki anak kedua.

Pertanyaan seperti "Bener enggak sih hamil anak kedua itu lebih enakan? Enggak mual muntah?". Atau pertanyaan "Bener enggak kalau ngelahirin anak kedua itu lebih gampang dan enggak sakit?". Jadi niatnya hanya ingin berbagi pengalaman aja sih ini, enggak niat ngebandingin anak yang satu dengan anak lainnya. Hmmm jadi moms, apa aja "Keunikan" dari anak kedua saya? Ini yaa:

1. Kehamilan yang tak terduga

Yaps, saya mengetahui kalau saya sedang mengandung anak kedua ketika kehamilan sudah memasuki 8 weeks. Ketika itu anak pertama saya masih berusia 8 bulan :D

2. Lahir normal dan tidak sakit ketika melahirkan

Sama seperti anak pertama, anak kedua saya lahir dengan persalinan normal. Hanya saja rasa sakit ketika pembukaan pada anak kedua tidak se-seram ketika melahirkan anak pertama. Saya merasakan sakit hanya sebentar dan mengenjan hanya tiga kali langsung keluar. Jadi pengen nulis pengalaman melahirkan anak pertama dan kedua nih jadinya. Tapi nanti aja di postingan berbeda karena panjang banget kalau diceritakan di sini.

3. Lahir prematur

Anak kedua saya lahir prematur dan termasuk Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Belum genap delapan bulan di dalam kandungan dia sudah tidak sabar ingin lahir ke dunia. Alhasil berat badannya rendah dan organ pernafasannya belum berfungsi secara maksimal. Setelah melahirkan normal di Puskesdes dekat rumah, bayi saya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dengan alat CPAP di NICU. Waktu lahir dia hanya menangis sekali saja, satu jam kemudian badannya biru dan nafasnya sessak. Duh kalau ingat-ingat lagi kejadian itu saya merinding. Hampir saja saya kehilangan anak kedua saya ini. Mungkin nanti saya akan ceritakan pengalaman melahirkan anak prematur pada postingan lain.

4. Nenennya kuat

Masyallah, anak kedua saya ini setelah 2 mingguan masuk NICU pulang-pulangnya langsung nenen banyak banget. Bentar-bentar nenen, saya sih seneng banget. Awalnya badannya kurus sekarang malah berat badannya hanya beda satu kilo dengan kakaknya yang umur 2 tahun.

5. Enggak pernah rewel

Anak pertama saya, sejak hari pertama lahir nangisnya masyaallah kenceng banget, ngalahin suara Kak Ros yang lagi ngomelin Upin Ipin. Hampir setiap malam dia menangis histeris dan rewel. Sampai sekarang pun yang paling sering nangis itu hanya anak pertama saya. Alhamdulillah anak kedua tidak pernah rewel sama sekali. Literally nangis hanya ketika minta susu atau lapar. Selebihnya enggak pernah nangis, walaupun menjelang tidur. Biasanya anak-anak akan nangis ketika ngantuk, tapi enggak berlaku untuk anak kedua saya.

6. Tidak susah makan

Anak kedua saya ini tidak pernah membuat saya kesusahan dalam menyiapkan menu MPASInya. Alhamdulillah apapun yang diberi dia makan sampai habis. Kalau kakaknya jangan ditanya yaaa :D

7. Bisa duduk dan merangkak sendiri

Anak kedua saya memberikan kejutan yang begitu banyak. Saya sempat khawatir dia akan terlambat untuk belajar duduk dan merangkak dikarenakan perhatian dan fokus saya terbagi juga untuk kakaknya yang masih kecil. Namun ternyata Allah Maha Adil, anak kedua saya tiba-tiba sudah bisa duduk sendiri ketika umur 7 bulan sekaligus bisa merangkak seminggu setelahnya. Sekarang di umurnya yang memasuki 8 bulan dia sudah bisa berdiri dengan meraih dan berpegangan pada benda-benda seperti kasur dan meja. 

Sementara hanya ini saja cerita tentang keunikan anak kedua beserta kejutan-kejutan yang sudah diberikan kepada saya. Kalau moms apakah memiliki pengalaman yang sama? Bahwa mengurus anak kedua lebih mudah dan enjoy/dibawa santai dibandingkan anak pertama? 



You May Also Like

3 comments

  1. Sama niih Mbak, anak kedua juga tanpa promil, eehh udah ada di dalam. Tahunya sih 6weeks gitu pas banget juga bantu saya buat Kakaknya nyapih dengan WWL karena si Kakak udah siap jadi Kakak, mau berbagi nenen dia :)
    Lahirnya pun juga tidak selama si Kakak, Adek lahir lebih cepat, walau dgn proses sama sih, normal dengan vakum, huaaa.
    Utk urusan makan pun Adek gak sesusah Kakak, kecuali lg gak enak body biasanya dia makannya ya moody, wajar siih namanya jg lagi gak sehat benar.
    Sehat2 ya Adek bayiiknya Mbak :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. waah kurang lebih sama yaa berarti mba.. semoga anak-anak sehat selalu

      Delete
  2. anak kedua emang lucu mbak, buktinya anak kedua saya lucunya bukan main deh

    ReplyDelete