Life of A Joyful Mama

Pentingnya Asam Folat Untuk Ibu Hamil Demi Perkembangan Janin

Nov 18, 2018

Kalau ngomongin mengenai konsumsi asam folat, jadi ingat masa-masa kehamilan dulu. Kadang kalau teringat bagaimana bahagianya ada yang nendang dari dalam perut juga saya rasanya ingin lagi. Tapi kalau ingat gimana rasanya pembukaan dan juga riweuh-nya ngurus krucils hmmm kayaknya hamilnya ditunda dulu aja deh :D

Hmm ketika hamil, pernah ngerasa enggak sih was-was yang berlebihan? Takut kalau misalnya anaknya entar kenapa-kenapa di dalam perut. Apalagi kalau ada mitos ini-itu yang belum tentu kebenarannya. Seperti misalnya membunuh binantang, itu entar anaknya bisa lahir cacat! Padahal mungkin itu hanya mitos kan? Padahal jika asupan gizi cukup insyaallah janin nanti akan lahir normal dan sehat.

Jika seorang wanita sedang dalam kondisi hamil, tentunya calon ibu tersebut menginginkan untuk melahirkan anak yang sehat tanpa ada kecacatan. Agar janin yang nanti dilahirkan dalam keadaan normal dan sehat tentunya janin tersebut harus dalam kondisi kesehatan yang optimal sejak di dalam kandungan. Salah satu asupan gizi yang sangat penting selama menjalani masa kehamilan adalah asam folat. Asam folat untuk ibu hamil sangatlah penting, terutama bagi ibu  yang memasuki trimester awal kehamilan.

Asam Folat

Asam folat merupakan bentuk buatan dari vitamin B yang disebut folat (Vitamin B9). Asam folat merupakan unsur esensial dalam pembentukan timidin yang merupakan komponen DNA.  Vitamin B9 ini memiliki begitu banyak manfaat penting dalam masa kehamilan dan juga sangat baik bagi perkembangan janin.

Manfaat asam folat untuk ibu hamil

Asam folat dapat meningkatkan produksi eritrosit atau biasa disebut dengan sel darah merah. Produksi eritrosit (sel darah merah) yang tinggi dapat membantu perkembangan otak dan sumsum tulang belakang janin dengan baik sehingga dapat meminimalisir terjadinya gangguan dan kelainan pada sumsum dan tulang.

Hal ini sangat baik bagi perkembangan janin, agar tidak mengalami kelainan atau kecacatan bawaan. Beberapa riset menunjukkan bahwa asam folat berperan penting dalam membantu perkembangan tabung saraf janin dan pembentukan sumsum tulang belakang. Selain itu, asam folat juga dipercaya dapat mecegah terjadinya bibir sumbang, cacat bayi, dan mengurangi risiko terjadinya preeklamsia.

Defisiensi folat ketika dalam masa awal kehamilan dapat menyebabkan terjadinya kelainan pada saraf tulang belakang (sumsum tulang belakang yang terbuka) atau dalam istilah medis dikenal sebagai spina bifida maupun terjadinya anenchepal yaitu gangguan pertumbuhan otak (tidak mempunyai batok kepala) .

Bahaya bila ibu hamil kurang asupan asam folat

Kekurangan asam folat dapat menyebabkan terjadinya anemia pada ibu hamil, meskipun kebanyakan kasus anemia pada ibu hamil terjadi karena defisiensi zat besi. Sebuah riset menyebutkan bahwa defisiensi asam folat memiliki  keterkaitan dengan timbulnya penyakit jantung bawaan, cacat anggota tubuh, persalinan prematur, serta kanker pada anak seperti kanker darah (leukemia), tumor otak, dan kanker saraf (neuroblastoma).

Dosis asam folat bagi ibu hamil

Bagi ibu yang sedang hamil, kebutuhan asam folat yang dianjurkan adalah 400 mg (mikrogram)/hari selama masa kehamilan. Bagi ibu dengan riwayat melahirkan bayi yang menderita anencephalus atau spina bifida diberikan penambahan dosis konsumsi asam folat sebesar 4 miligram (mg) setiaphari (atau 10 kali lipatkebutuhan normal).

Selain dalam bentuk multivitamin, asam folat juga dapat kita temukan dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Sayuran berdaun hijau ( bayam, kol, sawi, brokoli), buah-buahan ( pisang, strawberry, dan jeruk), telur, daging, susu ibu hamil, sereal, dan mie yang terbuat dari terigu dan telur adalah sumber makanan yang banyak mengandung asam folat.

Pastikan asupan asam folat untuk ibu hamil cukup

Karena manfaatnya yang begitu besar, konsumsi asam folat sebelum dan selama kehamilan sangat dianjurkan oleh praktisi kesehatan. Hal ini dikarenakan asam folat sangat diperlukan ketika sel berkembang sangat cepat. Pada masa kehamilan,  terjadi pembesaran rahim, pembentukan dan perkembangan plasenta, serta kebutuhan sirkulasi darah yang semakin meningkat.

Oleh karena itu asupan-asupan nutrisi sejak masa kehamilan akan memberikan pengaruh bagi perkembangan janin tersebut. Makanan yang bergizi akan sangat membantu perkembangan janin dan meminimalisir kecacatan yang mungkin dapat terjadi.

Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature