Pengalaman Operasi Kista Bartholin Ketika Hamil

by - November 09, 2018

Ilustrasi by Pixabay.com

Selamat yaaa atas kehamilannya bunda! Sedih banget, itu yang saya rasakan ketika mengalami penyakit ini ketika hamil anak pertama di usia kandungan 16 weeks. Kista bartholin namanya, semacam benjolan yang berisi nanah pada saluran di mulut vagina. Serem ya? Lebih seremnya lagi, kista bartholin yang saya alami ketika hamil ini merupakan kali kedua alias kistanya kambuh lagi setelah enam bulan dari kista yang pertama. 

Sebenarnya cerita tentang kista ini sudah saya tulis di blog saya yang lain yaitu https://baiqrosmala.com/. Nah kebetulan blog itu fokus buat ngebahas tentang traveling maka saya bermaksud memperjelas lagi yaa tentang kista bartholin yang saya alami di blog ini, blog yang emang khusus membahas masalah wanita. Tapi buat moms yang pengen juga baca tulisan saya sebelumnya boleh di baca di sini yaa:


Oke, tulisan ini juga sebenarnya termotivasi dari banyaknya email yang masuk dari para bunda yang mengalami hal yang sama.Pertanyaan yang masuk juga sebenarnya intinya sama, menanyakan bagaimana pengalaman menderita kista dan operasi di saat kehamilan. Oke langsung aja yaa moms...

Apa itu Kista Bartholin?

Berdasarkan pengalaman dan sepengetahuan saya yang pernah mengidap kista bartholin dua kali, Kista Bartholin itu sejenis penyakit yang menyerang alat kelamin perempuan (Vagina) berupa benjolan berisi abses (nanah). Benjolan ini muncul di salah satu sisi bibir vagina. Kalau pengalaman saya, benjolannya muncul di sisi kiri. Benjolannya awalnya kecil, enggak terlihat, lama kelamaan semakin membesar sebesar telur ayam!

Gimana rasanya?

Sakit! Nyeri! Susah buat dibawa duduk, jalan apalagi. Cuma bisa pasrah ketika benjolan itu lama kelamaan semakin membesar. Saya hanya bisa berbaring lemas di atas kasur. Tapi mungkin jenis dan besar kistanya beda-beda ya. Soalnya ada yang pernah sharing ke saya melalui email yang dia mengalami kista bartholin ini tapi enggak nyeri sama sekali hanya saja emang benjolannya besar.

Kapan pertama kali terserang kista bartholin?

Pertama kali tahu saya terkena kista bartholin adalah ketika saya bangun di pagi hari. Kebetulan sehari sebelumnya saya pergi snorkeling bersama suami dan teman-teman ke Gili Trawangan. Pagi-pagi bangun terasa nyeri di bagian vagina. Saya pikir waktu itu saya hanya kelelahan setelah seharian penuh jalan-jalan ke gili. Saya juga mikir mungkin saya ketika berenang terlalu bersemangat sehingga akhirnya pangkal paha jadi nyeri. Ternyata enggak, rasa sakitnya semakin terasa dahsyat ketika keesokan harinya.

Akhirnya di hari ketiga saya memberanikan diri periksa ke dokter. Ketika diperiksa dokternya langsung bilang gini kurang lebih: "Oh ini kista bartholin. Kalau kuat nahan sakit ditunggu aja nanti bisa pecah sendiri. Atau kalau mau operasi. Operasi ringan kok, cuman dikeluarin cairannya saja. Tapi kalau mau nunggu pecah sendiri sih enggak apa-apa. Cuma nanti bisa kemungkinan kambuh lagi".

Saya yang waktu itu masih lugu, denger kata operasi aja udah takutnya minta ampun. Padahal dokternya bilang hanya operasi ringan. Alhasil saya memilih menunggu sampai pecah sendiri. Sambil nunggu, saya minum obat pereda nyeri dari dokter. Dan benar saja, empat hari kemudian kistanya pecah sendiri tanpa ada treatmen apapun.

Kok bisa kambuh lagi? 

Proses penyembuhan dari luka setelah kistanya pecah memakan waktu sekitar seminggu. Satu bulan setelah sembuh dari kista pertama ini saya hamil mengandung anak pertama saya. Dan masyaallah yaa... ketika hamil 16weeks saya kaget minta ampun. Ternyata kistanya kambuh lagi! Waktu itu ketika saya merasa ada yang sakit di bagian vagina saya langsung ngeuh kalau itu kista bartholin. Kali ini saya enggak mau nunggu untuk pecah lagi, karena emang nyerinya lebih parah dari yang pertama.

Penyebab kambuhnya saya kurang paham. Menurut yang saya baca, memang si kista barholin ini rentan menyerang kaum perempuan usia 20-30 tahun. Apalagi kasusnya banyak terjadi di kehamilan pertama. Jadi kalau ditanya penyebabnya apa, saya juga kurang paham.

Nah waktu itu saya langsung saja ke dokter kandungan. Oleh dokter saya dijelaskan bahwa kista bartholin yang sudah kambuh kemungkinan besar saluran bartholinnya sudah menempel. Jadi kalau dibiarin sampai pecah sendiri, pasti ke depannya akan kambuh lagi dan lagi. Lah, kalau kambuhnya nanti menjelang lahiran gimana? Saya enggak bisa lahiran normal dong. Padahal melahirkan secara normal adalah salah satu keinginan terbesar saya.

Apa yang saya lakukan?

Demi cita-cita lahiran normal, akhirnya saya beranikan diri untuk operasi. Dokter juga sudah menjelaskan kalau operasinya itu tergolong operasi ringan. Jadi buat para ibu-ibu yang menderita kista ini ketika hamil saya sarankan jangan khawatir ya! Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena ketika operasi, yang dibedah itu kan bibir luar vaginanya, jadi insyaallah tidak mengganggu kehamilan.

Operasi ketika hamil? Aman?

Alhamdulillah aman kok. Saya sudah membuktikannya. Anak pertama saya bisa lahir normal tanpa ada kekurangan apapun. Ketika operasi pun, yang dibedah hanya sedikit. Ketika cairannya sudah keluar semua, saluran bartholinnya dilaser (dibakar kalau kata dokternya) agar kistanya tidak kambuh lagi. Walaupun sebelum operasi kita dibius setengah badan (sama seperti dibius ketika operasi caesar), tapi kata dokter tidak pengaruh ke janin kok :)

Penyembuhan berapa lama?

Nah, penyembuhan kali ini lebih lama yaa dibanding ketika dulu memilih menunggu kistanya pecah sendiri. Sembuh total setelah operasi sih nunggu sekitar 1 bulanan lebih. Tapi nunggu untuk bisa beraktifitas seperti sedia kala seperti berjalan dan duduk normal (kalau enggak salah ingat) hanya seminggu setelah operasi. Selama satu bulanan proses penyembuhan itu harus tetap dibersihkan luka bekas operasinya. Bersihinnya pakai kain kasa dan betadine, harus sedikit ditekan, walaupun agak ngilu.

Sekarang gimana pasca operasi?

Sekarang alhamdulillah sudah tidak pernah kambuh lagi yaa (hampir tiga tahun sudah). Bekas operasinya sih masih terlihat, maksudnya daging dari bibir vagina yang dijahit masih keliatan tapi tidak mengganggu sama sekali kok. Yang penting kan sehat dan kistanya mudah-mudahan tidak kambuh lagi.

Hmmm okedeh, segitu dulu sharing kali ini dari saya. Kalau misalnya ada yang ditanyakan juga boleh kok colek saya di emal. Semoga kalian yang mengidap kista bartholin segera diberikan kesembuhan. Intinya jangan khawatir, langsung aja periksa ke dokter untuk tahu informasi lebih jelas mengenai penyakit yang kalian alami. 


You May Also Like

0 comments