Memahami waktu yang tepat dalam memberikan MPASI

by - November 09, 2018

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Sumber Pixabay
Menjadi orang tua sudah pasti merupakan suatu kebahagianan tersendiri. Terutama apabila bisa mengupayakan hal-hal terbaik bisa didapatkan oleh si buah hati sedari kecil. hal terbaik yang bisa diberikan orang tua atau khususnya seorang ibu kepada anaknya tentu adalah ASI eksklusif kepada si buah hati. Namun tidak sampai di situ saja, tentu ada hal yang bisa anda lakukan sebagai orang tua yang baik untuk buah hati anda. Dewasa ini kita mengenal yang namanya makanan pendamping ASI atau MPASI.

Sebagai orang tua, tentu haruslah mengetahui apa itu MPASI . Kapan itu bisa diberikan dan bagaimana orang tua dan lingkungan sekitar mengaplikASIkannya kepada si buah hati. Oleh karena itu, simaklah sedikit ulasan mengenai apa sebenarnya MPASI  ini. karena dengan menyimak tulisan ini anda akan mulai belajar bagaimana memulai dan memahami kapan buah hati anda benar-benar siap dan butuh untuk diberikan makanan dalam mendampingi pemberian ASI kepadanya.
 

Tanda-tanda umum buah hati siap menerima MPASI

MPASI  adalah istilah untuk menyebut menyebut makanan yang diberikan kepada si buah hati selain pemberian asupan nutrisi primer berupa ASI. Hal yang perlu diperhatikan betul adalah usia buah hati kita memberikan MPASI  ini. Usia yang paling tepat untuk memberikan MPASI  adalah saat buah hati kita berumur 6 bulan. Waktu inilah yang dinilai paling tepat untuk memberikan makanan pendamping selain pemberian ASI secara reguler. Kesalahan paling umum pada masyarakat Indonesia adalah pemberian makanan pendamping ASI pada saat bayi berusia 4 bualan atau kurang.   

Secara umum memang tiap bayi memiiki perkembangan yang tidak sama sehingga tanda-tanda tiap anak akan siap menerima makanan pendamping ASI pun berbeda. Namun terdapat ciri-ciri umum yang bisa digunakan sebagai patokan. Hal pertama adalah si bayi mulai bisa meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut, karena sudah terdapat koordinasi antara mulut, mata, dan tangannya. Tanda kedua adalah mampu duduk sendiri tanpa bantuan dengan kepala telah tersangga oleh tubuh dengan baik. Ciri ketiga adalah si bayi mulai tertari terhadap makanan yang sedang anda konsumsi. Terakhir adalah si bayi mampu menelan makanan dengan baik, karena apabila tidak, dia akan memuntahkan kembali makanan yang anda berikan. 

Ada kalanya orang tua terlalau terburu-buru dalam memberikan makanan pendamping ASI kepada bayi mereka karena mengira bayinya telah menunjukkan tanda-tanda siap makan. Padahal suatu tanda tersebut belum tentu menunjukkan si bayi bahwa dia lapar dan siap makan. Misalkan saja adalah bayi memasukkan jarinya kemulut yang belum tentu merupakan pertanda bahwa si bayi sudah siap untuk diberikan makanan. 

Orang tua cerdas selalu memberikan MPASI  di waktu yang tepat

Pada akhirnya menjadi orang tua yang baik adalah dapat memahami tanda-tanda yang dialami oleh buah hatinya. Kebiasaan orang Indonesia dan lingkaran disekitar buah hati adalah memaksakan si bayi untuk mengonsumsi makanan terlalu dini. Makanan tersebut biasanya berupa buah semisal pisang atau pepaya yang memang memiliki tekstur lembut. Namun hal itu tentu tidak bisa dibenarkan. Karena untuk memberikan MPASI  kepada si buah hati adlah memperharikan kesiapan dari si buah hati tersebut. manfaatkanlah 4 ciri-ciri umum pada bayi untuk memulai memberikan MPASI  pada buah hati anda. Oleh karena itu, jadilah orang tua cerdas yang memberikan MPASI  dan memahami kapan waktu yang tepat untuk memberikannya pada buah hati anda.


You May Also Like

0 comments