Life of A Joyful Mama

5 Hal Yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Positif Hamil

Aug 23, 2016

Dalam postingan sebelumnya, saya pernah bercerita mengenai reaksi saya dan suami ketika mengetahui bahwa saya positif hamil untuk pertama kalinya. Perasaan yang timbul berupa rasa senang, haru, dan sedikit "terkejut". Akhirnyaa setelah sekian lama berusaha dan bersabar, si debay jadi juga hihi.


Sebelum mengetahui kalau saya positif hamil, saya mengalami gejala yang sama seperti halnya mau datang bulan. Perut terasa agak keram, emosi tidak stabil dan nafsu makan berkurang. Biasanya si "tamu" datang setiap awal bulan (paling lambat tanggal 5) dan waktu itu sampai tanggal 10 saya tunggu-tunggu kok belum dateng juga yaa? Akhirnya saya memberanikan diri untuk test pack dan hasilnya positif  \(^^)/

Ternyata tidak hanya menjelang periode menstruasi, emosi saya juga semakin tidak stabil setelah mengetahui diri saya hamil. Saya sering sedih tiba-tiba, nangis tanpa alasan, tapi gak lama setelah itu bisa jadi saya marah-marah sampai ngamuk-ngamuk gak jelas. Yang kasian itu suami saya, dia gak salah apa-apa jadi kena imbasnya juga :D

Bagi yang pernah mengalaminya, emosi yang tidak stabil dikarenakan perubahan hormol pada awal kehamilan emang berasa banget. Tapi tenang aja, bagi yang baru pertama kali hamil, emang emosi itu perlahan-lahan akan stabil seiring berkembangnya bayi di dalam perut. Karena nanti kita akan lebih banyak memikirkan keadaan si debay daripada perubahan emosi yang kita alami. So, saran saya siih jangan terlalu diikutin yaa mood swing yang tiba-tiba itu. Kalau emang tiba-tiba sedih dan pengen nangis tanpa alasan yang jelas, selalu ingat aja bahwa di dalam perut ada debay yang ikut merasakan apa yang kita rasa. Kasian kan debay nyaa :) 

Oke, selain mengatur emosi karena perubahan hormon tadi, saya ada beberapa poin yang sebaiknya dilakukan setelah mengetahui diri kita positif hamil. Lima hal di bawah ini berdasarkan pengalaman yang saya alami. Saya sendiri sekarang sudah memasuki usia kehamilan 7 bulan. Mungkin informasi ini bisa bermanfaat yaa bagi yang baru hamil pertama kali. Langsung aja yaa, berikut 5 hal yang sebaiknya dilakukan setelah positif hamil: 

1. Periksakan Ke Dokter 

Setelah mengetahui diri kita hamil, hal yang pertama kali perlu dilakukan adalah mengatur jadwal untuk bertemu dokter kandungan. Sebaiknya tanyakan dulu kepada keluarga atau kerabat dekat mengenai dokter yang tepat. Yang mau melahirkan normal mulailah dari sekarang mencari informasi kira-kira dokter di klinik/rumah sakit mana yang pro melahirkan normal.

Mengatur jadwal bertemu dokter sedini mungkin perlu dilakukan agar kita mengetahui perkembangan janin di dalam rahim. Biasanya awal kehamilan kita akan sering mengalami perut keram. Nah, pemeriksaan ke dokter ini bisa sebagai langkah pencegahan, jaga-jaga kalau emang ada tanda bahaya pada kehamilan. Apalagi keram perut yang disertai pendarahan, jika tidak segera menemui dokter dikhawatirkan terjadi suatu hal yang fatal. Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Pengalaman saya ketika menemui dokter kandungan untuk pertama kali alhamdulillah tidak menemukan masalah. Tapi ada pengalaman pahit dari teman saya yang ternyata waktu itu mengalami kehamilan kosong. Kata dokter rahimnya berkembang selayaknya orang hamil dan teman saya itu pun mengalami tanda-tanda kehamilan seperti orang hamil pada umumnya (TP dua garis, sering mual muntah, dll). Tapi pas rahimnya diperiksa, isinya kosong, alias tidak ada janinnya :(

Itulah mengapa saya sarankan agar menemui dokter kandungan sesegera mungkin setelah mengetahui diri hamil. Jika nantinya terjadi hal-hal diluar dugaan bisa cepat ditangani oleh yang ahli. 

2. Jaga Kesehatan

Pada awal kehamilan, hal yang paling saya rasakan saat itu adalah kondisi fisik yang mudah capek dan lelah. Beda dengan sekarang yang baru saja melewati trimester kedua. Kondisi badan bisa dibilang stabil dan sudah bisa melakukan pekerjaan rutin seperti biasa. 

Pada trimester pertama, rasa lelah diikuti rasa kantuk yang sering kali datang menjadikan saya (dan mungkin sebagian besar ibu hamil lainnya) memutuskan untuk meminimalisir pekerjaan ke luar. Hal ini menutut saya sebagai langkah jaga-jaga. Kalau bekerja terlalu berat dikhawatirkan bisa berpengaruh terhadap janin di dalam perut. 

Tapi, walaupun niatnya menjaga, bukan berarti tidak begerak sama sekali yaa.. Melakukan pekerjaan rumah sehari-hari masih terbilang normal dan wajar. Hal yang dihindari umumnya seperti berjalan kaki terlalu jauh, mengangkat yang berat-berat dan tidur terlalu lama juga berbahaya.

Selain istirahat yang cukup, menjaga kesehatan selanjutnya dapat dilakukan dengan melakukan olahraga ringan dan mengonsumsi asam folat. Ketika awal periksa ke dokter juga saya dikasinya asam folat. Kata dokter, konsumsi asam folat ini sangat penting untuk melindungi janin dari kerusakan fungsi otak dan saraf tulang belakang. Asam folat sebenarnya juga bisa dibeli di apotik terdekat. Sesuai resep dokter waktu itu, minumnya cukup satu kali sehari yaa..

3. Atur Pola Makan 

Yang saya rasakan ketika dua minggu pertama usia kehamilan adalah nafsu makan yang tiba-tiba mengalami peningkatan. Seringnya ketika baru makan nasi, setengah jam kemudian saya laper lagi. Tapi ini hanya berlaku selama dua minggu saja. Selepas itu nafsu makan saya berubah drastis alias tidak nafsu makan sama sekali.

Setiap kali memasukkan makanan ke mulut, yang saya rasakan langsung mual dan muntah. Keadaan seperti ini disebut sebagai morning sickness. Dikarenakan perhatian dari keluarga (terutama suami dan ibu saya), saya pun seringkali dipaksa untuk makan. Walaupun akhirnya tetap keluar, tapi ternyata memaksakan diri untuk menyantap makanan walaupun sedikit itu saya rasakan lebih baik daripada tidak sama sekali. 

Untuk menjaga kesehatan debay dalam janin, kita emang harus menjaga pola makan. Walaupun tidak ada keinginan, saran saya makanlah sedikit-sedikit tapi sering. Pengalaman yang saya alami waktu itu adalah saya tidak bisa makan nasi sama sekali. Setiap melihat nasi, pasti berasa ilfeel. Nah, hal ini saya siasati dengan makan kurma dan roti. Sesekali bubur ayam yang teksturnya lebih lembut daripada nasi. Saya biasanya makannya satu biji kurma atau sesendok bubur saja, tapi setiap setengah jam sekali. Lumayan lah, keinginan untuk muntah bisa dihindari. 

4. Memulihkan Diri dari Morning Sickness 

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, morning sickness itu adalah kondisi mual muntah yang dialami pada awal kehamilan, biasanya terjadi pada pagi hari (kalau saya bahkan mengalaminnya sepanjang hari). Efek dari morning sickness yang umumnya dirasakan setelah itu adalah berat badan yang menurun karena kurangnya asupan makanan.

Memulihkan diri dari efek morning sickness sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Jangan tunggu sampai selesai trimester pertama baru mulai nambah berat badan yaa.. Selain makan sedikit-sedikit tapi sering, hal yang menurut saya bisa berhasil membuat saya pulih dari morning sickness dalam waktu singkat adalah dengan meminum susu ibu hamil yang khusus mengatasi mual muntah (yang mereknya Pre**gen itu lhoo hihi). Bagi saya minum susu itu lumayan bikin perut terasa hangat setelah mengalami mual muntah. Saya minumnya dua kali sehari (dikasi jarak 12 jam).

5. Hindari Pantangan Bagi Ibu Hamil 

Pantangan bagi ibu hamil yang utama adalah jangan makan sembarangan. Hindari sayuran mentah, makanan yang dibakar (karena dikhawatirkan masih mentah), makanan setengah matang, dll. Selain itu, ibu hamil dilarang mengonsumsi obat tanpa resep dokter. Pengalaman saya ketika trimester pertama, saya sering merasa pusing. Nah, kalau pusing-pusing jangan sembarangan minum obat yang dijual di warung dekat rumah yaa..

Selanjutnya, pantangan bagi ibu hamil adalah jangan terlalu banyak mengonsumsi kafein, tidak boleh merokok, apalagi meminum minuman beralkohol. 

Oh iyaa, jika yang tinggal di daerah pedesaan seperti saya, biasanya ibu hamil akan banyak mendengar mitos seputar pantangan selama kehamilan. Misalnya tidak boleh memotong rambut, tidak boleh pergi ke pasar atau kebun sendirian, dll. Kalau menurut saya, selama mitos itu tidak didasari oleh landasan agama (tergantung kepercayaan masing-masing) ya sebaiknya jangan terlalu didengarkan. Apalagi sampai dipikirkan, takutnya malah kejadian beneran karena sudah tersetting di pikiran alam bawah sadar. 

Tapi kalau misalnya mitosnya berupa saran orang tua seperti jangan mandi malam yaa sebaiknya diikuti saja. Karena itu juga tidak baik buat kesehatan jika terlalu sering mandi malam.

***
Baiklah teman-teman, itu kira-kira lima hal yang perlu dilakukan setelah mengetahui diri kita hamil berdasarkan pengalaman yang saya alami. Semoga bermanfaat :)


---
Sumber gambar: pixabay.com


2 comments on "5 Hal Yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Positif Hamil"
  1. masih belom nikah sih, tapi bisa dibookmark dulu tipsnya :)
    salam kenal mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali mba Rusydina. Semoga nanti tipsnya bisa bermanfaat ya :)

      Delete

Auto Post Signature