Life of A Joyful Mama

Image Slider

Halo, I am Baiq Rosmala Dewi, a mom-blogger who lives in Lombok Island.
Read More About Me →

5 Hal Yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Positif Hamil

Aug 23, 2016

Dalam postingan sebelumnya, saya pernah bercerita mengenai reaksi saya dan suami ketika mengetahui bahwa saya positif hamil untuk pertama kalinya. Perasaan yang timbul berupa rasa senang, haru, dan sedikit "terkejut". Akhirnyaa setelah sekian lama berusaha dan bersabar, si debay jadi juga hihi.


Sebelum mengetahui kalau saya positif hamil, saya mengalami gejala yang sama seperti halnya mau datang bulan. Perut terasa agak keram, emosi tidak stabil dan nafsu makan berkurang. Biasanya si "tamu" datang setiap awal bulan (paling lambat tanggal 5) dan waktu itu sampai tanggal 10 saya tunggu-tunggu kok belum dateng juga yaa? Akhirnya saya memberanikan diri untuk test pack dan hasilnya positif  \(^^)/

Ternyata tidak hanya menjelang periode menstruasi, emosi saya juga semakin tidak stabil setelah mengetahui diri saya hamil. Saya sering sedih tiba-tiba, nangis tanpa alasan, tapi gak lama setelah itu bisa jadi saya marah-marah sampai ngamuk-ngamuk gak jelas. Yang kasian itu suami saya, dia gak salah apa-apa jadi kena imbasnya juga :D

Bagi yang pernah mengalaminya, emosi yang tidak stabil dikarenakan perubahan hormol pada awal kehamilan emang berasa banget. Tapi tenang aja, bagi yang baru pertama kali hamil, emang emosi itu perlahan-lahan akan stabil seiring berkembangnya bayi di dalam perut. Karena nanti kita akan lebih banyak memikirkan keadaan si debay daripada perubahan emosi yang kita alami. So, saran saya siih jangan terlalu diikutin yaa mood swing yang tiba-tiba itu. Kalau emang tiba-tiba sedih dan pengen nangis tanpa alasan yang jelas, selalu ingat aja bahwa di dalam perut ada debay yang ikut merasakan apa yang kita rasa. Kasian kan debay nyaa :) 

Oke, selain mengatur emosi karena perubahan hormon tadi, saya ada beberapa poin yang sebaiknya dilakukan setelah mengetahui diri kita positif hamil. Lima hal di bawah ini berdasarkan pengalaman yang saya alami. Saya sendiri sekarang sudah memasuki usia kehamilan 7 bulan. Mungkin informasi ini bisa bermanfaat yaa bagi yang baru hamil pertama kali. Langsung aja yaa, berikut 5 hal yang sebaiknya dilakukan setelah positif hamil: 

1. Periksakan Ke Dokter 

Setelah mengetahui diri kita hamil, hal yang pertama kali perlu dilakukan adalah mengatur jadwal untuk bertemu dokter kandungan. Sebaiknya tanyakan dulu kepada keluarga atau kerabat dekat mengenai dokter yang tepat. Yang mau melahirkan normal mulailah dari sekarang mencari informasi kira-kira dokter di klinik/rumah sakit mana yang pro melahirkan normal.

Mengatur jadwal bertemu dokter sedini mungkin perlu dilakukan agar kita mengetahui perkembangan janin di dalam rahim. Biasanya awal kehamilan kita akan sering mengalami perut keram. Nah, pemeriksaan ke dokter ini bisa sebagai langkah pencegahan, jaga-jaga kalau emang ada tanda bahaya pada kehamilan. Apalagi keram perut yang disertai pendarahan, jika tidak segera menemui dokter dikhawatirkan terjadi suatu hal yang fatal. Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Pengalaman saya ketika menemui dokter kandungan untuk pertama kali alhamdulillah tidak menemukan masalah. Tapi ada pengalaman pahit dari teman saya yang ternyata waktu itu mengalami kehamilan kosong. Kata dokter rahimnya berkembang selayaknya orang hamil dan teman saya itu pun mengalami tanda-tanda kehamilan seperti orang hamil pada umumnya (TP dua garis, sering mual muntah, dll). Tapi pas rahimnya diperiksa, isinya kosong, alias tidak ada janinnya :(

Itulah mengapa saya sarankan agar menemui dokter kandungan sesegera mungkin setelah mengetahui diri hamil. Jika nantinya terjadi hal-hal diluar dugaan bisa cepat ditangani oleh yang ahli. 

2. Jaga Kesehatan

Pada awal kehamilan, hal yang paling saya rasakan saat itu adalah kondisi fisik yang mudah capek dan lelah. Beda dengan sekarang yang baru saja melewati trimester kedua. Kondisi badan bisa dibilang stabil dan sudah bisa melakukan pekerjaan rutin seperti biasa. 

Pada trimester pertama, rasa lelah diikuti rasa kantuk yang sering kali datang menjadikan saya (dan mungkin sebagian besar ibu hamil lainnya) memutuskan untuk meminimalisir pekerjaan ke luar. Hal ini menutut saya sebagai langkah jaga-jaga. Kalau bekerja terlalu berat dikhawatirkan bisa berpengaruh terhadap janin di dalam perut. 

Tapi, walaupun niatnya menjaga, bukan berarti tidak begerak sama sekali yaa.. Melakukan pekerjaan rumah sehari-hari masih terbilang normal dan wajar. Hal yang dihindari umumnya seperti berjalan kaki terlalu jauh, mengangkat yang berat-berat dan tidur terlalu lama juga berbahaya.

Selain istirahat yang cukup, menjaga kesehatan selanjutnya dapat dilakukan dengan melakukan olahraga ringan dan mengonsumsi asam folat. Ketika awal periksa ke dokter juga saya dikasinya asam folat. Kata dokter, konsumsi asam folat ini sangat penting untuk melindungi janin dari kerusakan fungsi otak dan saraf tulang belakang. Asam folat sebenarnya juga bisa dibeli di apotik terdekat. Sesuai resep dokter waktu itu, minumnya cukup satu kali sehari yaa..

3. Atur Pola Makan 

Yang saya rasakan ketika dua minggu pertama usia kehamilan adalah nafsu makan yang tiba-tiba mengalami peningkatan. Seringnya ketika baru makan nasi, setengah jam kemudian saya laper lagi. Tapi ini hanya berlaku selama dua minggu saja. Selepas itu nafsu makan saya berubah drastis alias tidak nafsu makan sama sekali.

Setiap kali memasukkan makanan ke mulut, yang saya rasakan langsung mual dan muntah. Keadaan seperti ini disebut sebagai morning sickness. Dikarenakan perhatian dari keluarga (terutama suami dan ibu saya), saya pun seringkali dipaksa untuk makan. Walaupun akhirnya tetap keluar, tapi ternyata memaksakan diri untuk menyantap makanan walaupun sedikit itu saya rasakan lebih baik daripada tidak sama sekali. 

Untuk menjaga kesehatan debay dalam janin, kita emang harus menjaga pola makan. Walaupun tidak ada keinginan, saran saya makanlah sedikit-sedikit tapi sering. Pengalaman yang saya alami waktu itu adalah saya tidak bisa makan nasi sama sekali. Setiap melihat nasi, pasti berasa ilfeel. Nah, hal ini saya siasati dengan makan kurma dan roti. Sesekali bubur ayam yang teksturnya lebih lembut daripada nasi. Saya biasanya makannya satu biji kurma atau sesendok bubur saja, tapi setiap setengah jam sekali. Lumayan lah, keinginan untuk muntah bisa dihindari. 

4. Memulihkan Diri dari Morning Sickness 

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, morning sickness itu adalah kondisi mual muntah yang dialami pada awal kehamilan, biasanya terjadi pada pagi hari (kalau saya bahkan mengalaminnya sepanjang hari). Efek dari morning sickness yang umumnya dirasakan setelah itu adalah berat badan yang menurun karena kurangnya asupan makanan.

Memulihkan diri dari efek morning sickness sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Jangan tunggu sampai selesai trimester pertama baru mulai nambah berat badan yaa.. Selain makan sedikit-sedikit tapi sering, hal yang menurut saya bisa berhasil membuat saya pulih dari morning sickness dalam waktu singkat adalah dengan meminum susu ibu hamil yang khusus mengatasi mual muntah (yang mereknya Pre**gen itu lhoo hihi). Bagi saya minum susu itu lumayan bikin perut terasa hangat setelah mengalami mual muntah. Saya minumnya dua kali sehari (dikasi jarak 12 jam).

5. Hindari Pantangan Bagi Ibu Hamil 

Pantangan bagi ibu hamil yang utama adalah jangan makan sembarangan. Hindari sayuran mentah, makanan yang dibakar (karena dikhawatirkan masih mentah), makanan setengah matang, dll. Selain itu, ibu hamil dilarang mengonsumsi obat tanpa resep dokter. Pengalaman saya ketika trimester pertama, saya sering merasa pusing. Nah, kalau pusing-pusing jangan sembarangan minum obat yang dijual di warung dekat rumah yaa..

Selanjutnya, pantangan bagi ibu hamil adalah jangan terlalu banyak mengonsumsi kafein, tidak boleh merokok, apalagi meminum minuman beralkohol. 

Oh iyaa, jika yang tinggal di daerah pedesaan seperti saya, biasanya ibu hamil akan banyak mendengar mitos seputar pantangan selama kehamilan. Misalnya tidak boleh memotong rambut, tidak boleh pergi ke pasar atau kebun sendirian, dll. Kalau menurut saya, selama mitos itu tidak didasari oleh landasan agama (tergantung kepercayaan masing-masing) ya sebaiknya jangan terlalu didengarkan. Apalagi sampai dipikirkan, takutnya malah kejadian beneran karena sudah tersetting di pikiran alam bawah sadar. 

Tapi kalau misalnya mitosnya berupa saran orang tua seperti jangan mandi malam yaa sebaiknya diikuti saja. Karena itu juga tidak baik buat kesehatan jika terlalu sering mandi malam.

***
Baiklah teman-teman, itu kira-kira lima hal yang perlu dilakukan setelah mengetahui diri kita hamil berdasarkan pengalaman yang saya alami. Semoga bermanfaat :)


---
Sumber gambar: pixabay.com


Tragedi Masa Kecil Tentang ASI

Aug 18, 2016
pixabay.com

Postingan ini saya buat dalam rangka ikut menyemarakkan Pekan ASI Dunia yang jatuh pada tanggal 1 sampai 7 Agustus lalu. Karena saya belum memiliki pengalaman memberikan ASI ke anak, maka saya memutuskan untuk bercerita mengenai pengalaman saya waktu kecil dulu ketika menerima ASI dari Ibu saya. Sebuah kisah yang sebenarnya membuat saya ketawa ketika Ibu saya pertama kali menceritakannya. Namun di sisi lain ternyata menimbulkan suatu "tragedi" yang menyimpan sedih di hati.

Oke langsung aja yaa..
Waktu itu saya masih duduk di bangku SMA ketika Ibu saya menceritakan kisah ini untuk pertama kali. Ibu saya termasuk orang yang alhamdulillah selalu diberikan kelancaran saat memberikan ASI kepada anak-anaknya. Saya dan ketiga saudara-saudari saya yang lain selalu berhasil diberi ASI full hingga memasuki umur dua tahun.

Nah, ketika memasuki umur 2 tahun, saudara-saudari saya yang lain berhasil melepas ASI begitu saja. Dalam artian, Ibu saya tidak perlu mengeluarkan effort lebih untuk menyuruh mereka tidak ngASI lagi. Ibu saya hanya cukup memberi isyarat ke kakak dan adik saya kalau PD beliau terasa sakit setiap kali mereka ingin minum ASI. Setiap kali haus, mereka hanya akan diberi air putih atau teh manis hangat. Dan ternyata cara itu cukup berhasil mengalihkan perhatian mereka sehingga tidak sampai seminggu mereka sudah lupa dengan ASI Ibu.

Baiklah, "keanehan" justru terjadi pada saya. Sejak lahir, saya termasuk anak yang sangat kuat minum ASI. Walaupun sudah menerima makanan pendamping ASI, tetap saja ASI selalu mendominasi. Ketika berumur dua tahun lebih, anak-anak lain yang seumuran dengan saya pasti langsung tergoda kalau disuguhkan snack di depannya. Kalau saya berbeda, mungkin bisa dikatakan addicted to ASI dan tidak bisa lepas darinya.

Ketika itu Ibu saya telah mencoba berbagai cara agar saya bisa berhenti minum ASI. Hingga akhirnya saya menginjak umur (hampir) dua setengah tahun, Ibu menemukan satu ide! Tahu apa?

Membuat PDnya seolah-olah berdarah dengan mengoleskan lipstik yang berwarna merah cerah! -,-

Ketika mendengar cerita itu saya benar-benar tertawa! Hahaha "Sampai segitunya ya Mah?".

Ibu saya lanjut bercerita...
Setelah melihat PD ibu saya "berdarah-darah", saya pun menangis dan mengamuk. Bukan karena kasian melihat Ibu saya yang kala itu beracting menahan rasa sakit, tapi saya mengamuk karena tidak bisa minum ASI lagi! Hihihi

Sebenarnya Ibu saya tidak tega, tapi yaaa mau gimana lagi, beliau terpaksa melakukannya demi kebaikan saya. Saya pun ditenangkan oleh banyak orang, dan berhasil. Namun keadaan berubah ketika menjelang malam, di mana waktu itu saya mengamuk lagi. Terpaksa Ibu saya menawarkan PDnya kembali untuk memberi saya ASI.  Tapi ternyata, saya waktu itu sudah tidak mau lagi! Kalau dalam bahasa daerah saya (bahasa sasak) disebut sebagai istilah "ye polak angen" alias "sudah terlanjur patah hati".

Saya pun tetap mengamuk sampai tengah malam. Warga desa satu persatu berdatangan. Berjam-jam tangisan saya tak kunjung reda. Dan besok paginya saya jatuh sakit, badan saya demam tinggi. Ibu saya bingung, saya ditawarin ASI nggak mau, dikasi makan nggak nafsu. Karena Ibu saya waktu itu tinggal di pedalaman, jarak yang harus ditempuh untuk mendatangi Puskesmas sangatlah jauh. Apalagi waktu itu belum terlalu banyak kendaraan. Jangankan motor pribadi, angkot pun tidak ada yang melewati desa saya.

Akhirnya saya dirawat di rumah dengan perawatan seadanya. Sudah dua minggu, kondisi saya tak kunjung membaik. Demam yang saya alami kadang turun-naik. Untung ada beberapa warga yang menawarkan bantuan agar saya dibawa ke dokter saja. 

Setelah bertemu dokter, katanya saya mengidap penyakit malaria. Saya waktu itu hanya dikasih obat, mungkin karena peralatan medis tidak tersedia, dokter menyarankan agar saya dirawat inap di rumah saja.

Setelah dibawa pulang, tidak sedikitpun terlihat adanya perubahan. Keadaan saya begitu-begitu saja. Demam yang naik turun, dan badan yang sangat lemah. Orang tua saya dengan bantuan kerabat lainnya kemudian memanggil dokter yang berbeda untuk datang ke rumah. Betapa kagetnya ketika dokter yang satu ini menjelaskan bahwa saya sedang SEKARAT!

"Percuma mau dikasi obat seperti apa, kondisi anak Ibu akan tetap seperti ini... Kemungkinan besar umur anak Ibu tidak lama lagi!" Begitu kira-kira penjelasan dokter kepada Ibu saya T.T

Sediiiih banget dong pastinya!
Ibu saya merasa sangat bersalah, karena semua berawal ketika beliau ingin menghentikan pemberian ASI kepada anaknya yang sudah berumur 2 setengah tahun :(

Benar saja, kondisi saya tidak kunjung berubah selama sebulan. Tiap hari orang tua saya mengaji di samping saya dari pagi, siang hingga malam. Terkadang menjelang maghrib, beberapa tetangga hadir untuk sekedar menanyakan keadaan saya. Ada juga yang datang untuk mengaji dan berdoa seperti halnya yang dilakukan untuk orang yang sedang sekarat #hiikss..

Sampai di sini, saya yang awalnya tertawa seketika merasa berduka -,-.
Eh berarti kesimpulannya waktu itu saya berhasil sembuh dong ya! Buktinya saya alhamdulillah masih diberi umur sampai sekarang hehehe...

Ibu saya melanjutkan ceritanya..
Setelah satu setengah bulan mengalami kondisi yang "kritis" itu, akhirnya kondisi saya perlahan-lahan membaik. Mungkin semua berkat doa yang tidak henti-hentinya dari orang tua :). Tidak ada yang menyangka, saya semenjak itu tumbuh sehat seperti sedia kala ^^.

Alhamdulillah...

Kira-kira seperti itulah cerita mengenai Tragedi Masa Kecil tentang ASI ini.
Hikmahnya kira-kira apa yaa?  Mungkin bisa menjadi pembelajaran bagi para orang tua lainnya. Ketika sudah waktunya masa pemberian ASI harus terhenti, memang dibutuhkan kesabaran dan dilakukan secara bertahap. Karena pemberian ASI ini merupakan pengalaman emosional bagi sang Ibu, Ayah dan Anak. 

Saya sendiri merasa bangga atas apa yang dilakukan Ibu saya. Kalau bukan Ibu, siapa lagi yang bisa menerapkan kedisiplinan dalam proses mengatur waktu pemberian asupan kepada anak-anaknya (baik itu ASI dan makanan lainnya).

Adapun efek demam yang ditimbulkan, menurut saya itu ujian. Dan orang tua saya berhasil melewati ujian itu dengan penuh perjuangan dan kesabaran.

Kepada semua ibu dan calon ibu, semangaatt yaaa!!! ^^


Tips Dandanan Sehat Untuk Si Kulit Berminyak

Jul 25, 2016

Ngomongin soal dandan, siapa siih yang gak pengen hasil dandanannya mulus seperti yang dilihat di video-video tutorial make up? Hampir semua video tutorial make up kalau kamu lihat di YouTube misalnya, pasti hasil akhirnya nyaris sempurna. Eh tapi pas dicoba sendiri di rumah, hasilnya jauh berbeda saudara-saudara! *haha.

Nah, saya punya pengalaman buruk nih tentang make up. Jadi dulu pas waktu awal masuk kuliah, saya bertemu dengan teman-teman yang hampir semuanya suka dandan. Ada siih beberapa yang cuek kayak saya, yang cuman pakai bedak tabur aja udah ngerasa cukup. Tapi suatu hari saya lihat teman satu kontrakan saya lagi mantengin laptop, serius banget. Ternyata dia lagi nonton video tutorial make up. Dia setelah itu jadi rajin beli peralatan make up dan nyoba-nyoba sendiri. Dan ternyata hasilnya bagus! Make up yang dia beli berhasil merubah mukanya dia jadi kelihatan lebih mulus, terlihat lebih cantik.

Lama kelamaan, karena dilihat saya orangnya cuek kalau masalah dandan (bermuka kucel maksudnya), Akhirnya teman saya nyaranin untuk pake make up, minimal pake bedak padat. Nah, disinilah saya mulai mengenal make up dan segala embel-embelnya. Karena coverage nya lumayan bagus ketimbang (hanya) pake bedak tabur, yang awalnya cuman nyoba pake bedak padat, akhirnya keterusan. Saya sampai beli foundation, two way cake, lipstik, maskara, dll. Wah lengkap deh untuk ukuran pemula. Eeeeh tapi sayangnya, memakai make up rutin tiap hari itu ternyata ada efek sampingnya di muka aku! Belum seminggu, nih muka udah banyak jerawat segede batu muncul disana sini. Waduh, gawat! Padahal udah rajin ngebersihin muka :(. Well, saya pun memutuskan untuk berhenti memakai semua make up itu. Walaupun waktu itu ngerasa sayang banget gak kepake padahal uangnya udah keluar banyak buat beli :D

Walaupun pemakaian make up udah gak lagi, tapi jerawat di muka gak mau pergi. Waktu itu saya akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter kulit. Setelah curhat tentang awal kemunculan jerawat karena nyoba-nyoba pakai make up, saya malah diomelin sama dokternya -_-

"Mba, ini mukanya tipe muka berminyak. Pori-porinya besar. Jadi emang gak boleh nyoba-yoba make up sembarangan...bla..blaa"

Saya pun terdiam, hanya bisa mengangguk mengiyakan. Karena emang dokterlah yang lebih paham.

"Eh tapi kan saya gak tahu kalau akhirnya make up berdampak buruk buat kulit saya dok!" (kalau ini cuman ngomel dalam hati #haha.

Sempat siiih yaaa waktu itu merasa menyesal dalam hati. Melihat orang lain yang hasil makeup-nya bagus dan wajahnya fine fine aja seharusnya saya bisa mikir kalau hal itu belum tentu berlaku ke kulit muka saya. Hmmm.. kejadian ini bener-bener jadi pelajaran berharga deh pokoknya. Semenjak itu, sesuai saran dari dokter, saya cuman boleh pake tabir surya (say no to foundation) dan bedak tabur saja (a very big no to two way cake). Dokter juga memberikan beberapa produk untuk saya gunakan agar jerawatnya hilang. Produknya ada sabun cuci muka, sun screen, bedak tabur dan krim pagi-malam. 

Alhamdulillah setelah rutin memakai produk dari dokter tersebut, jerawat di muka saya perlahan menghilang. Jerawat batu yang besar-besar itu pun udah gak nongol lagi ^^. Tapi sesekali menjelang masa menstruasi, kadang masih ada jerawat kecil bermunculan. Gak banyak juga sii, paling satu dua, dan itu kayaknya wajar-wajar saja karena perubahan hormon. 

Nah, karena waktu klinik tempat praktek si dokter ada di Jakarta Timur, sekarang setelah saya balik kampung ke NTB (karena kuliah sudah rampung), maka saya kesulitan untuk memperoleh produk yang sama. Namun, setelah mengingat-ingat jenis produk yang dikasi, saya akhirnya memakai produk yang umum dijual di pasaran tapi tentunya dengan memperhatikan bahan pembuatannya. Alhamdulillah sampai sekarang gak ada keluhan lagi terkait jerawat ini. 

Bagi teman-teman yang memiliki kulit berminyak seperti saya, dalam postingan kali ini saya mau berbagi tips  bagaimana cara dandan sehat agar kulit cantik kamu tetap terawat, dan jangan sampai terkena masalah yang sama seperti yang saya alami sebelumnya.

Tips Dandanan Sehat Untuk Si Kulit Berminyak   

Karena memiliki kulit berminyak, biasanya saya kalau di rumah cukup menggunakan tabir surya saja. Kadang kalau minyaknya lagi kambuh saya tambahkan sedikit bedak tabur. Namun untuk acara tertentu, memperhatikan penampilan wajah juga penting dong yaa agar terlihat segar. Seperti momen Idul Fitri misalnya, minimal harus dandan dong biar terlihat cerah di hari suci. Mumpung masih suasana lebaran dan masih di bulan Syawal, silaturrahim ke keluarga dan kerabat dekat tentunya juga masih berjalan. Walaupun saya bukan ahli di bidang dandan or make up, berikut ini ada beberapa tips dari saya mengenai dandanan sehat untuk si kulit berminyak:

1. Bersihkan Muka 

Sebelum mengaplikasikan berbagai jenis make up, sebaiknya bersihkan muka terlebih dahulu yaa sobat. Tapi gak perlu sampai menggosok dengan keras. Oiya, sesuai pengalaman saya dikasi produk pembersih muka dari dokter kulit, maka sebaiknya untuk kulit berminyak cari pembersih muka yang tidak megandung foam yaa.. Kalau sulit nyarinya, minimal yang kandungan foam nya sedikit deh. Bersihin muka pake sabun juga jangan terlalu sering, maksimal dua kali sehari biar gak kering. Kalau kulit merasa dirinya kering, dia akan merasa butuh kelembaban lagi dan akhirnya kulit bisa memproduksi minyak lebih banyak.

2. Selalu Gunakan Tabir Surya dan (atau) Pelembab

Jangan lupa untuk gunakan tabir surya agar kulit kita terhindar dari ganasnya sengatan matahari. Minimal pakai tabir surya dengan SPF 15 lah yaa (kalau saya pakai yang SPF 30). Dan walaupun kulit berminyak, kita juga perlu pelembab. Ingat, kalau kulit kita merasa dirinya kering, maka produksi minyak bisa lebih banyak. Makanya, pakailah pelembab yang berbahan ringan dan tidak berminyak. Saat ini pelembab yang sudah mengandung SPF juga sudah banyak. Jadi bisa langsung pakai pelembab aja kalau emang sudah mengandung tabir surya.

3. Hindari Two Way Cake: Pakai Bedak Tabur

Foundation dan bedak two way cake (yang mengandung foundation) serta produk comedogenic lainnya itu ternyata bertekstur "berat" lhoo buat kulit kita yang berminyak. Karena produk-produk ini bisa menyumbat pori-pori sehingga kulit kita jadi gak bisa nafas dan akhirnya bisa jadi tempat berkumpulnya bakteri dan kotoran. Gak mau kaan? Nah, solusinya adalah ketika sudah menaplikasikan pelembab dan tabir surya maka cukup pakai bedak tabur aja. Karena bedak tabur sifatnya ringan dan mudah menyerap keringat dan minyak. Dan ketika kamu mau touch up, pastikan kamu udah terlebih dahulu menyerap minyak di muka dengan oil blotting paper yaa ;)

4. Dandanan Bisa Difokuskan ke Mata

Untuk acara tertentu ada kalanya kita yang kulit berminyak ini butuh tampilan "ekstra" yang tentunya gak cukup dengan tampilan biasa biasa saja hanya dengan bedak tabur. Hal ini bisa disiasati dengan make up khusus yang fokus di bagian mata. Menurut saya, langkah ini paling aman, karena riasan mata tidak berdampak langsung ke kulit kita yang berminyak, iyaa gak siih? :D

Oke, untuk make up mata kamu bisa aplikasikan eyeliner, maskara dan eye shadow. Bagi yang mau terlihat natural, penggunaan eyeliner dan maskara menurut saya sudah cukup oke untuk bagian mata. 
Untuk eyeliner, pilih yang waterproof dan berbahan cair atau cream. Soalnya yang dua ini lebih tahan lama daripada eyeliner pencil. Ketika kulit di bagian mata berminyak atau berkeringat, eyeliner pencil biasanya akan lebih mudah luntur. 
Untuk maskara, pakai yang waterproof juga yaa agar tidak mudah luntur ketika kena minyak/keringat di mata. Sebelumnya, pakai juga eyelash curler biar hasil akhirnya bisa bikin bulu mata tambah lentik hihi.
Sedangkan bagi yang suka pakai eye shadow usahakan pakainya yang powder. Karena kalau pakai yang bahan cream (apalagi yang ada gliiternya), cenderung bisa bikin daerah mata tambah terlihat berminyak. 

5. Gunakan Lipstik Matte

Terakhir, untuk melengkapi riasan wajah agar tampil lebih fresh gunakan lipstik yang sesuai dengan warna kulit. Sedangkan tekstur lipstik yang recommended untuk kulit berminyak adalah yang sifatnya matte. Karena jika menggunakan lipstik yang terlalu berminyak bisa menambah kesan mengkilap pada wajah.


***

Baiklah, itu dia 5 tips dandanan sehat untuk si kulit berminyak versi saya :D
Udah lengkap belum yaa? Atau ada yang mau menambahkan?
Tulisan ini sebenarnya tulisan pertama saya tentang kecantikan hihi. Karena emang sebelumnya gak terlalu pede kalau harus mengulas tentang make up sedangkan diriku saja kulitnya berminyak. Tapi, khusus untuk mba cantik bernama Diah Utami yang mengadakan giveaway di blognya The Beautiful You, maka saya memberanikan diri untuk menulis postingan ini.

Nah, sekedar tambahan. Untuk merawat kulit berminyak emang butuh kesabaran dan ekstra hati-hati. Gak hanya dalam memilih produk yang cocok, tapi juga harus pandai mengatur pola hidup sehat seperti menghindari makanan yang berminyak, hindari stress, biasakan olahraga teratur dan jangan terlalu sering begadang. 

Sekian dulu postingan kali ini yaa, semoga bermanfaat :)




Bagi Kamu yang Sudah Siap Menikah

Jul 23, 2016
pixabay.com


Menikah adalah ibadah, jadi jangan sampai salah dalam melangkah.

Saya bukan sok menasehati, tapi dalam postingan kali ini saya mau berbagi pengalaman, yang saya alami sendiri,suatu proses untuk menggenapkan setengah dari agama, yaitu menikah.


Menikah adalah hal yang dianjurkan dalam agama Islam. Bahkan Rasul menyebut agama seseorang masih setengah jika belum menikah. Berdasarkan atas apa yang saya alami, saya ada beberapa tips yang mungkin bisa dijalani oleh teman-teman yang sedang mencari pasangan hidup. Mungkin ada beberapa yang bertentangan dengan prinsip yang teman-teman pegang, well bisa diambil hikmahnya aja kali yaaa.

Targetin kapan mau nikah.
Ketika saya masih kuliah di semester akhir, saya memiliki keinginan untuk menikah ketika nanti selesai wisuda di akhir tahun 2013. Nah, ternyata Allah ngasinya di awal tahun 2015 alhamdulillah. Yang penting niat untuk menikah sudah diajukan dulu ke Allah, setelah usaha, biarkan Allah yang mengatur segalanya.

Jodoh itu dijemput.
Poin yang ini erat kaitannya dengan poin di atas. Kenapa harus dibikin target kapan nikah, karena jodoh itu dijemput, bukan ditungguin aja di rumah. Nah, seperti halnya rejeki, Allah bakal ngasi ke kita sesuai dengan usaha yang kita jalani. Masalah jodoh, ketika keinginan menikah sudah ditargetkan tahun berapa, bulan ke berapa, maka langkah selanjutnya adalah dengan berusaha menjemput si doi. Caranya yaitu dengan ngasi tau ke orang tua, teman dekat, guru ngaji atau siapa aja yang kamu percaya bisa bantuin kamu nyari jodoh sesuai kriteria yang kamu inginkan. Kalau gak ditargetin, kita kesannya gak bersungguh sungguh menjemput jodoh.

Jangan sampai keyakinan kamu memudar.
Maksudnya, sekeras apapun usaha yang udah kita jalani, jangan sampai kamu lupa bahwa Allah lah yang Maha Mengatur segalanya. Ketika kamu udah cocok dengan si A, terus dianya tiba-tiba gak mau dikarenakan suatu alasan tertentu. Hal itu jangan lantas bikin kamu berfikir "apa jangan-jangan ada yang salah dengan penampilanku?" atau sampai mengira bahwa "aduh jangan-jangan aku kualat karena sebelumnya pernah menolak si Mas Soleh waktu itu?".
Nah kan! Bahaya! Apapun alasan si A tiba-tiba memutuskan proses pendekatan dengan kamu di tengah jalan, itu semua udah Allah yang ngatur. Jadi tetap positive thinking aja ya sama Allah!
Saya pribadi, setelah menargetkan menikah di akhir 2013, selama proses penantian sampai akhirnya bertemu jodoh di awal tahun 2015 itu sudah sering kecewa lhooo *haha. So, tetap semangat aja lah :D

Jodohmu cerminan dirimu.
Percaya atau gak, jodoh kita itu mirip banget sama kepribadian kita sendiri. Ini sii menurut pengalaman saya, dan saya juga melihat fakta yang sama terjadi juga pada teman-teman saya. So, bagi kamu yang pengen jodohmu baik, maka berbuat baiklah mulai dari sekarang. Ingat, ketika kamu berbuat maksiat, si calon pasanganmu juga (mungkin) lagi berbuat maksiat juga. Nah lhoo!

Cari Jodoh yang selevel.
Lagi-lagi ini menurut pandangan saya pribadi. Tapi kalau gak salah, ada deh hadis yang memang menganjurkan kita mencari jodoh yang selevel. Misalnya nii, kitanya orang biasa-biassa saja, yang masih awam masalah agama. Terus punya keinginan untuk mencari suami or istri yang penghafal qur'an, penghafal hadits, pinter ilmu agama, jago bahasa arab. Eh ternyata pas dikasi sama Allah sesuai kriteria yang diinginkan, si doi (yang minta dipertemukan  dengan penghafal qur'an) malah akhirnya sering jengkel. Contohnya niii, si suami yang baru belajar ngaji, ketika mau tilawah, baru baca bismillah, sang istri ngomel-ngomel "udah berapa kali sii saya harus jelasin kalau di bagian ituu dibaca dua harakat, bukan tiga, apalagi sampai lima harakat begitu". Nah kan! Si istri akan merasa berdosa kalau tidak menegur, sedangkan dianya juga mungkin udah gregetan karena si suami gak paham-paham. Belum lagi dari sisi suami, digituin sama istri juga kan lama-lama jadi kaku sendiri. Yaaah, kalau tahan digituin sii gapapa, sabar aja.
Yaaa, maksudnya, kalau emang bisa ngaji dengan fashih, ya cari jodohnya juga yang bisa ngaji lah ya, biar nanti gak repot. Alhamdulillah, suami saya emang pas buat saya hihihi, sejauh ini tidak ada kekurangan yang berarti *ihiiy

It's not about siapa yang duluan nikah atau gak.
Menikah itu bukan ajang kompetisi yang siapa duluan terus dianggap paling laku lah, paling cantik or ganteng lah, paling hoki lah. Bukan! Justru menikah itu masalah siapa yang paling lama. Paling lama bertahan dengan pasangan maksudnya. So, pelan-pelan aja, yang penting pasti. Dan yang penting yakin, jodoh akan datang pada waktunya. Jangan lupa usahanya juga yang maksimal yaa!

Yakinkan orang tua.
Kalau ini khusus bagi kamu yang sebenarnya sudah menemukan orang yang cocok tapi masih cek-cok sama orang tua alias mereka belum merestui hubungan kalian. Saran saya sii, selama alasan orang tua bukanlah alasan syar'i, hanya sebatas alasan dunia, misalnya terkait materi, insyaallah masih bisa di"nego". Tentunya tunjukkan ke orang tuamu tentang keseriusan kamu sama si doi untuk menikah dengan cara yang sopan, lemah lembut, dan dengan cara-cara yang baik ;) 

Oke, apa lagi?
Apa lagi yaa? Yaaa. teman-teman bisa nanya-nanya ke yang udah nikah duluan deh. Tanya tentang tips, suka duka mencari jodoh, dll. Oiya, tanya juga mengenai kehidupan setelah nikah. Biar tahu gambarannya. Biar bener-bener mantep kalau menikah itu masalah ibadah. Bukan kesenangan sesaat. 

Baiklah, postingan kali ini cukup sampai disini. See you on my next posts yaa!

Auto Post Signature