Ingin Beli Rumah Pertama? Perhatikan Hal-Hal Ini!



Bagi setiap keluarga, memiliki rumah sendiri merupakan impian yang selalu ingin diwujudkan. Ya, karena rumah adalah kebutuhan primer setiap manusia selain pangan dan sandang. Tidak heran jika banyak keluarga rela menabung hingga bertahun-tahun untuk bisa membeli rumah. Bahkan, mereka juga rela meminjam uang terlebih dahulu untuk bisa memiliki rumah pertama atas nama pribadinya. Meskipun demikian, sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah pertama, ada baik memperhatikan beberapa hal di bawah ini.

Memilih Lokasi yang Tepat

Pertimbangan awal ketika hendak membeli sebuah rumah adalah lokasi. Tidak peduli seperti apa bentuk rumahnya dan seberapa murah harganya, lokasi dimana rumah dibangun selalu menjadi pertimbangan pertama calon pemilik rumah. Namun terkadang, pertimbangan lokasi bersifat subyektif tergantung kebutuhan masing-masing orang. Contohnya, ada pemilik rumah yang sengaja membeli rumah yang jauh dari perkotaan, rumah yang lebih dekat dengan orang tuanya, rumah yang aman untuk bermain anak di luarnya, dan lain-lain.

Meskipun demikian, secara umum terdapat 3 faktor utama yang bisa menjadi pertimbangan ketika menentukan lokasi rumah yang hendak dibeli, meliputi:
  • lokasi rumah dekat dengan akses publik, seperti rumah sakit, pasar, kantor pemerintahan, dan lain sebagainya.
  • lokasi rumah dapat dijangkau dengan mudah oleh kendaraan, serta dekat dengan sarana transportasi seperti halte bus, stasiun, dan lain-lain.
  • hindari memilih lokasi rumah yang dibangun di lokasi yang rawan bencana atau frekuensi bencana sangat tinggi terjadi secara rutin

Mempertimbangkan Harga yang Sesuai

Setelah memilih lokasi, maka pertimbangan berikutnya adalah mencari rumah yang menawarkan harga jual yang sesuai dengan kemampuan kantong Anda. Faktor harga sangat penting dikarenakan rumah bisa dijadikan investasi masa depan. Harga rumah cenderung akan terus meningkat dan harga jual kembalinya bisa jauh lebih mahal dibandingkan harga belinya. Tetapi, Anda tetap harus mempertimbangkan kondisi keuangan Anda sebelum membeli rumah. Apakah kondisi keuangan Anda saat ini memungkinkan untuk membeli rumah secara tunai atau perlukah Anda mengambil KPR dari bank untuk bisa membeli rumah tersebut?

Setelah mempertimbangkan harga rumah yang sesuai dengan kemampuan Anda, maka selanjutkan Anda perlu menentukan cara pembayarannya. Membeli rumah secara kas memang lebih baik, sehingga Anda tidak akan memikirkan tanggungan lain di masa depan. Akan tetapi, Anda juga bisa membeli rumah dengan cara Kartu Kepemilikan Rumah (KPR) dari bank, pembayaran secara bertahap sesuai dengan kontrak dengan developer, atau mengambil pinjamanuangLonify atau Tien24.

Jika Anda hendak membeli rumah dengan cara mengambil pinjaman baik dari bank maupun agensi keuangan lainnya, maka pertimbangkan pemasukan bulanan Anda. Ingat bahwa biasanya 2/3 dari pemasukan keluarga akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sedangkan sisanya 1/3 baru bisa dialokasikan untuk kebutuhan tambahan lainnya. Coba pertimbangkan apakah sisa 1/3 dari pemasukan Anda tersebut mampu untuk melunasi pinjaman pembelian rumah secara rutin? Jika ya, maka tidak ada salahnya mengambil pinjaman.

Selain itu, perlu Anda catat, bahwa tidak semua rumah mahal nyaman untuk ditinggali dan tidak semua rumah murah berarti tidak bagus. Ada kriteria tertentu yang membuat harga jual bisa jadi tidak secara langsung mempengaruhi kualitas sebuah rumah. Jadi, sekali lagi, selalu pertimbangkan pembelian rumah dengan harga yang dapat Anda tanggung sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain itu, apabila rumah yang hendak ditinggali memang nyaman dan cocok bagi Anda, maka harga yang ditawarkan akan mengikuti di belakangnya.

Menentukan Jenis Rumah yang Cocok

Ada berbagai jenis rumah yang bisa Anda pilih. Anda bisa mempertimbangkan membeli rumah baru atau rumah second. Rumah baru tentu saja masih memiliki paket lengkap di dalam bangunan yang baru. Sedangkan, rumah second mungkin membutuhkan renovasi di beberapa bagian karena bangunan sudah tidak baru lagi. Akan tetapi, rumah second biasanya sudah memiliki sertifikat dan dokumen legalitas lainnya yang terjamin aman dibandingkan rumah baru.

Anda bisa mencoba datang ke pameran properti untuk melihat-lihat beragam jenis rumah baru yang tengah tren saat ini. Anda bisa membandingkan kelebihan dan kekurangan dari setiap rumah yang Anda lihat. Dengan begitu, Anda bisa menentukan jenis rumah seperti apa yang cocok dengan selera Anda.

Ketika rumah yang hendak Anda beli sudah dalam bentuk bangunan jadi, selalu pastikan untuk mengecek kondisinya secara menyeluruh, terutama ketika hendak membeli rumah second. Karena rumah tersebut merupakan calon tempat tinggal yang hendak Anda tinggali bahkan hingga selamanya, maka jangan sampai Anda menemukan kecacatan fatal yang akan merugikan Anda setelah membelinya. Jika Anda memang menemukan kecacatan, bernegosiasilah dengan developer atau pemilik rumah yang lama. Bersediakan ia memperbaiki kecacatan tersebut atau justru memberikan potongan harga mempertimbangkan kekurangan pada bangunan. Jika pemilik rumah menolaknya, maka Anda punya hak untuk membatalkan pembelian.

Mengecek Developer yang Terpercaya

Terutama ketika Anda membeli rumah baru, Anda perlu mencari tahu lebih lanjut mengenai kualifikasi dari developer yang membangunnya. Anda bisa melakukan beberapa survei untuk melihat rumah atau bangunan seperti apa yang telah dibangun sebelumnya oleh developer. Jangan sungkan untuk bertanya kepada pemilik rumah sebelumnya untuk mengetahui testimony mereka terhadap bangunan yang ditinggali saat ini. Jangan sampai Anda tertipu untuk developer yang hanya “menjual gambar”. Developer seperti ini biasanya meninggalkan proyeknya terbengkalai dan membangun rumah yang tidak sesuai ekspektasi pembeli rumah sesuai apa yang ada digambarnya.

Selain itu, Anda perlu memastikan surat kepemilikan lahan dari rumah yang hendak dibeli telah lepas dari nama developer. Hal ini untuk menghindari terjadinya kasus hukum yang melibatkan Anda dengan masalah hutang piutang yang dilakukan oleh pihak developer.

Menentukan Tujuan Membeli Rumah

Kembali lagi ke awal, sebenarnya apa sih tujuan Anda membeli rumah? Walaupun sebagian besar orang bersusah payah membeli rumah untuk bisa dijadikan tempat tinggal, namun ada juga orang yang sengaja membeli rumah untuk dijadikan investasi bisnis propertinya. Tentu saja, tujuan pembelian rumah pada setiap orang akan berbeda-beda.

Pikirkan kembali, jika Anda hendak membeli rumah dengan tujuan untuk ditinggali, maka mempertimbangkan faktor kenyamanan adalah yang utama. Pastikan bahwa rumah yang hendak ditinggal memiliki fasilitas yang memadai, berada di lokasi yang nyaman, dan dekat dengan akses publik. Sementara itu, apabila Anda hendak membeli rumah sebagai investasi, maka pertimbangan pembelian rumah baru juga harus dipertimbangkan. Namun, sebaiknya Anda membeli rumah dengan harga yang murah karena banyak orang yang terkadang membutuhkan rumah secara cepat, sehingga kesempatan Anda untuk menjualnya dengan harga yang lebih mahal bisa tercapai. Rumah merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditiadakan. Maka dari itu, jika Anda telah memutuskan untuk membeli rumah pertama, pertimbangkan beberapa tips di atas agar bisa mendapatkan rumah yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment