Suka Duka Menjadi Mom Blogger

by - November 10, 2017

picture: pixabay

Suka Duka Menjadi Mom Blogger. Aih, judulnyaa… ngomongin suka duka menjadi momblogger. Emang blogger itu apa? Kalau semua orang yang suka nulis di blog disebut blogger, mungkin saya termasuk salah satunya. Tapi kalau blogger itu diartikan sebagai orang yang paham tentang dunia blogging secara keseluruhan, sudah pasti saya bukan termasuk hihi. Karena saya ini baru pendatang baru alias newbie.

Nah, berarti kita sepakat aja deh ya, kalau blogger itu orang yang suka nulis di blog. Kalau Momblogger? Berarti emak-emak yang suka nge-blog dong yaa (duh, saya ini sudah jadi emak-emak). Oke, karena judul tulisannya tentang suka duka menjadi momblogger, postingan kali ini isinya lumayan panjang dibandingkan postingan-postingan sebelumnya. Karena postingan ini murni isinya curhat *eh. Emak-emak emang harus sering-sering curhat kan?? :D

Oke deh, pengalaman menjadi seorang blogger pastinya dimulai dari suatu kejadian “perkenalan” dengan blog itu sendiri. Gimana ceritanya saya dulu sampai kenal dengan dunia blogging ini?

Berkenalan dengan Blogging

Jujur saja, saya mulai berani berkenalan dengan internet adalah ketika saya masuk kuliah. Untuk kenalan sama blog awalnya dulu karena ada mata kuliah TIK dimana setiap mahasiswa diberi tugas membuat blog di Multiply. Seiring waktu berjalan, ngeblog di Multiply sudah tidak bisa lagi, kemudian saya pindah ke blogspot. 

Ngeblog bagi saya (waktu itu) murni menuliskan cerita dan pengalaman yang saya miliki dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Entah itu cerita tentang jalan-jalan, makan-makan dan sebagainya. Bahasanya pun masih sangat super duper alay wkwkwk. 

Entah bagaimana ceritanya, bahasa saya yang alay itu tiba-tiba telah berkurang (sedikit demi sedikit). Walaupun mungkin sampai sekarang saya kadang masih suka memakai bahasa yang kurang baku, tapi saya merasa ada perubahan dari gaya bahasa tulisan saya selama kurang lebih tujuh tahun ngeblog. 

Sedikit demi sedikit saya juga belajar dari tulisan blogger lain. Yang awalnya ketika mengunjungi suatu tempat saya lebih fokus menceritakan hal-hal yang ada di tempat itu saja, perlahan saya jadi suka menceritakan hal lain di luar objek wisata itu. Misalnya cerita mengenai orang sekitar, budayanya atau mungkin cerita-cerita/mitos orang terdahulu terkait objek wisata tersebut. 

Saya memang merasa ada perubahan antara saya yang dulu dengan saya yang sekarang dalam ngeblog. Terutama ketika saya memutuskan untuk mulai ngeblog dengan TLD (Top Level Domain). Semenjak tahu istilah TLD inilah saya merasa kalau saya itu sangat-sangat awam tentang dunia blog. Ternyata di dunia blogging itu ilmunya luas banget! Enggak cuman tentang menulis aja lho!

Memutuskan Memiliki Domain Sendiri

Selama dua tahun belakangan ini akhirnya saya memutuskan untuk memiliki domain sendiri. Tahu alasannya? Karena entah kenapa ketika saya membaca blog orang lain yang alamat blognya berakhiran dotcom saya menganggap itu wow, dan ingin juga seperti itu. Biar enak dibaca aja dan terlihat professional hihi. Hanya saja waktu itu saya ngiranya kalau domain yang berakhiran dotcom itu pasti mahal!

Sampai akhirnya saya bertemu dengan seorang blogger asal Lombok. Dia menceritakan seberapa asyik kehidupannya setelah memutuskan untuk menjadi seorang full-time blogger. Bisa bekerja di rumah, namun tetap mendapat bayaran. Waktu itu saya heran, ternyata ngeblog itu bisa mendatangkan uang!

Wah saya semakin semangat deh buat belajar lagi tentang blogging, dan sesuai arahan dari mastah itulah akhirnya saya memutuskan untuk membeli domain sendiri sebagai langkah awal. Sempat ketawa sendiri juga ketika mau beli domain, ternyata harganya enggak semahal yang saya bayangkan sebelumnya! Wew 

Mulai me-Monitize Blog

Beberapa bulan kemudian setelah saya memiliki blog dengan nama domain TLD, saya kaget sekaligus bahagia ketika tiba-tiba ada tawaran sponsored post untuk pertama kali. Oiya, selain blog Nyonya Baiq ini saya juga memiliki blog saya yang lainnya yaitu https://baiqrosmala.com/, blog TLD pertama yang saya miliki.

Walaupun bayaran untuk sponsored post saya yang pertama waktu itu tidak seberapa, saya senangnya bukan main. Dari sana, saya lebih semangat lagi untuk nulis dan belajar bagaimana cara membuat konten yang berkualitas (sebenarnya saya juga sampai sekarang masih belum bisa menulis konten berkualitas, tapi saya semakin semangat untuk belajar).

Nah, setelah mengetahui bahwa memiliki blog dengan domain TLD itu dapat mendatangkan uang, akhirnya saya juga mulai mengembangkan blog baru saya yaitu Nyonya Baiq ini. Belajar dari blog saya yang pertama, akhirnya saya tidak perlu mikir lama-lama untuk memutuskan membeli domain TLD untuk blog Nyonya Baiq hehe.


Oke, semakin kesini saya merasa ilmu saya di dunia blogging ini sangat sangat minim. Ternyata ngeblog itu bukan sekedar tentang menulis, tapi di dunia blogging itu terdapat sangat banyak ilmu yang belum saya tahu dan belum saya kuasai. Diantaranya adalah bagaimana membuat konten berkualitas yang tidak hanya disukai oleh mesin pencari tapi juga oleh pembaca blog, ilmu SEO atau Search Engine Optimization, ilmu fotografi (bagaimana cara agar foto yang ditampilkan di blog jua enak dipandang), ilmu membuat info grafis dan ilmu ilmu lainnya yang saya juga tidak bisa sebutkan (karena emang enggak paham -_-) 

Tantangan dan Kendala Ngeblog

Keseriusan menggarap blog ini saya mulai setelah menikah. Waktu itu ketika belum memiliki anak saya masih memiliki banyak waktu luang untuk belajar ini itu. Sekarang? Kalau tidak pandai-pandai mengatur waktu (dan emang saya tidak pandai wkwkwk) duh semua keteteran deh. 

Menggarap dua blog sekaligus, membagi waktu dengan mengurus si kecil yang baru umur satu tahun, sambil harap-harap cemas dengan keadaan kandungan di dalam perut yang sudah masuk bulan ke-lima, membagi waktu dengan kerjaan di luar rumah dan sederet kerjaan beres-beres rumah yang tak henti-hentinya. Para emak-emak pasti paham deh.

Wait, saya hamil lagi? Kakanya kan masih “bayi”? Hehe baca juga postingan saya yang ini yaa: Hamil Ketika Masih Menyusui.

Pokoknya, para emak-emak tahu lah rempongnya mengurus itu semua. Baik emak-emak yang bekerja di luar rumah maupun yang full-time di rumah sama saja repotnya menurut saya. Oleh karena itu saya enggak mau berpanjang lebar deh menjelaskan dan menggambarkan “riweuh”nya dunia emak-emak. 

Di sini saya hanya mau ngasi tahu, kalau ternyata jadi Mom Blogger itu ada kalanya kita ngerasa jenuh. Atau ngerasa mau nyerah aja deh ngeblognya ketika dihadapkan dengan banyak permasalahan. Kadang suka mikir, ngapain juga capek-capek ngetik, cerita panjang lebar tentang ini itu, emang penting yah? 

Pertanyaan random yang kadang suka manas-manasin untuk berhenti ngeblog ini emang sering banget terjadi. Tapi syukurnya ada beberapa hal yang memotivasi saya untuk terus ngeblog sampai sekarang. 

Sekiranya nih kalau ada mom bloggers yang juga mengalami hal yang sama, saya di sini mau berbagi info dan tips tentang hal-hal yang ngebuat saya akhirnya bertahan ngeblog. Mungkin moms pernah ngalami juga?

Inget sejarah

Enggak cuman dalam berpolitik ya, selogan Jas Merah alias jangan lupakan sejarah juga saya terapkan dalam ngeblog. Ketika rasa jenuh menghantui, biasanya saya akan bertanya pada diri sendiri: "Inget enggak dulu awal ngeblog gimana? Susah payah kan? Masak baru punya anak satu doang ngerasa terbebani dengan ngeblog? Lihat tuh mom bloggers lain banyak yang sukses walaupun punya banyak anak!"

Enggak ada yang sia-sia

Ketika ngeposting suatu hal di blog, entah itu yang isinya curhat enggak jelas atau apa lah. Yakin deh, selama itu positif insyaallah tidak akan ada yang sia-sia. Pernah nih ya, saya iseng aja cerita tentang pengalaman melahirkan anak pertama secara normal. Yang sudah pernah melahirkan normal pasti nganggap biasa-biasa aja kan postingan saya? Eh tapi ternyata banyak juga lho calon mama muda yang browsing tentang pengalaman tersebut. Nah? Enggak sia-sia kan? Apalagi setelah membaca komentar ternyata banyak yang tercerahkan karena mendapat gambaran gimana proses melahirkan normal.



Atau seperti postingan saya yang lain ketika saya curhat mengenai pengalaman operasi kista bartolini ketika hamil empat bulan. Kalau dipikir-pikir, mengidap penyakit itu aib bukan sih? Terus kenapa di umbar-umbar ceritanya? Nah, saya juga sempat berfikiran seperti itu. Tapi bismillah saya niatnya mau cerita untuk berbagi pengalaman. Dan benar saja, hingga saat ini saya sering mendapatkan email dari pembaca blog yang mengalami hal yang sama. Mereka mengalami kista ketika hamil muda dan bingung apakah harus operasi atau tidak, aman atau enggak buat janin mereka kalau sampai operasi dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Ketika memutuskan untuk berhenti ngeblog, saya bertanya lagi:. "Yakin? Yakin enggak mau nulis lagi? Eh, siapa tahu ada lho orang di luar sana yang bingung tentang apa yang mereka alami yang mungkin kamu juga pernah ngalami. Tapi mereka bingung mau nanya dan curhat sama siapa. Yakin enggak mau bermanfaat bagi manusia lain?

Ngeblog itu dibawa santai aja

Walaupun kadang-kadang saya suka membuat target untuk jumlah postingan tiap bulannya, untuk menyiasati kejenuhan saat ngeblog saya tidak terlalu memaksakan diri. Intinya sih, ngeblog itu harus punya target tapi jangan lebay juga. Kalau emang lelah ya istirahat. Toh juga menurut saya ngeblog itu tujuan utamanya adalah menghindari stress. Gimana hoby nulis itu bisa tersalurkan dengan baik. Jadi tetap dibawa santai aja. Nikmati setiap proses yang ada.

Nah, untuk urusan yang satu ini... kalau saya sudah agak bosan depan komputer terus dari Senin sampai Senin lagi, biasanya emang harus ada jalan keluar! Yaps! PIKNIK! Mari kita piknik :D

Pikniknya tentu kita bisa tentuin sendiri dong ya sukanya yang kayak gimana. Ada yang suka ke pantai, ke air terjun, ke pegunungan, ke tempat makan dan tempat-tempat lainnya. Yang punya bayi kayak saya misalnya, saya lebih suka piknik ke pantai aja yang enggak jauh dari rumah (kebetulan di Lombok kan banyak pantainya *feeling so blessed*). 

Atau yang suka musik mungkin, bisa nonton konser sesekali. Cari tiket konser online sekarang kan sudah bisa banget tuh mempermudah para moms yang super sibuk. Enggak perlu buang-buang waktu untuk nyari tiket konser, tinggal klik and ready to go deh!

Atau mungkin ada juga yang menganggap piknik itu sebagai kegiatan yang harus berpergian agak jauh yang harus mengunakan pesawat atau kereta minimal, bisa juga! Pokoknya kalau piknik kan intinya gimana cara membuat hati dan pikiran fresh kembali, iya enggak? Yang suka hunting tiket kereta api promo termurah juga sekarang kan sudah banyak tuh yang dijual online. Enggak perlu repot-repot lagi lah intinya di jaman yang serba digital kayak sekarang.

***
Gimana nih para mom bloggers, ada yang pernah ngalamin hal yang sama enggak sih? Setidaknya itu sih yang saya lakukan kalau semangat ngeblog nya lagi down. Kalau kalian gimana? Mungkin ada yang mau sharing sedikit pengalamannya ngeblog kayak gimana dan cara memotivasi diri agar tetap semangat? :)




You May Also Like

0 comments