Pengalaman Memutihkan dan Menghilangkan Bau Ketiak dengan Tawas

by - October 05, 2017

Hmmm sebenarnya saya agak gimanaaa gitu yaa ketika nulis postingan ini. Hihi jadi ketahuan deh kalau keteknya bau dan item LOL

Hei, tapi itu dulu lhoo ya! Karena saya senang berbagi pengalaman, enggak apa apa deh saya malu sedikit. Semoga ada yang mengambil manfaat dari postingan saya ini :D

Oke, jadi ceritanya dulu ketika lulus SMA saya sangat bermasalah dengan namanya bau ketiak. Jadi ya, hampir setiap saat ketiak saya itu berkeringat. Dulu pas SMA sih enggak terlalu bau, lebih ngerasa enggak nyaman aja karena keringatnya banyak. Dulu saya menyianyatinya dengan bedak tabur yang banyak tersedia di swalayan, yang khusus untuk badan.

Nah, mulai masuk kuliah, karena enggak mau ribet harus pake bedak bedakan. Belum lagi kalau bedaknya nempel di baju or jilbab. Akhirnya saya memutuskan untuk memakai deodorant yang banyak iklannya itu lhooo yang di tipi-tipi.

Awalnya nyaman, lumayan keringetnya enggak terlalu banyak keluar, hasilnya 11-12 lah dibandingkan dengan menggunakan bedak. Eh tapi setelah beberapa bulan pemakaian kok ya merasa bau yang ditimbulkan oleh deodorant itu enggak enak banget yaa kalau udah seharian beraktifitas di luar.

Akhirnya saya mencoba merek lain, yang disemprot. Awalnya juga enak, tapi lama-kelamaan saya perhatikan kok ketiak jadi tambah hitam dari hari ke hari. Duh duh..

Nah, selama kuliah empat tahun itu kerjaan saya yaa gonta ganti merek deodorant. Sampai akhirnya saya menyadari kalau ketiak emang bener-bener hitem. Enggak nyaman banget deh pokoknya.

Setelah lulus kuliah, saya yang waktu itu bekerja di Jakarta dan tiap pagi harus kejar-kejaran dengan jadwal kereta. Belum lagi di dalam kereta desak-desakan. Tahu kan yaa kalau kereta gerbong wanita tiap pagi itu penuhnya minta ampuun.

Nah, gara-gara aktifitas yang membutuhkan energy lumayan besar itu tuh saya jadi sering keringetan. Intinya deodorant itu sudah tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik di ketiak saya -___-

Butuh waktu lumayan lama akhirnya ketika saya menemukan obat yang ampuh untuk mengatasi itu semua, bau ketiak dan warna ketiak yang menghitam. Sesuai judul postingan ini, obat yang mujarab itu namanya TAWAS!

Apa itu tawas? Ini nih penampakannya:


Tawas itu bongkahan batu Kristal gitu deh kalau dilihat dari bentuknya. Teksturnya keras dan warnanya putih bersih. Biasanya tawas ini digunakan untuk menjernihkan air sumur. Katanya tawas itu memiliki kemampuan mengikat bakteri penyebab air keruh. Enggak paham juga deh saya. Nah, karena digunakan untuk menjernihkan air, tawas bisa ditemukan di toko bahan bangunan.

Oke, gimana caranya tawas bisa mengatasi permasalahan saya?
Pertama kali tahu kalau tawas bisa digunakan sebagai deodorant adalah ketika mendengar saran dari salah satu kerabat saya. Saya langsung browsing bener atau enggaknya. Ternyata sudah banyak lhoo yang berhasil membuktikan keampuhan tawas.

Cara penggunaan tawas untuk memutihkan dan menghilangkan bau ketiak bermacam-macam. Ada orang yang merendam bongkahan tawas tadi di dalam air bersih. Lalu menggunakan airnya itu setiap selesai mandi (air rendamannya diolesin di ketiak).

Nah, cara lainnya, yang juga cara yang selama ini saya gunakan, adalah dengan menghaluskan tawas sampai berbentuk seperti garam. Setiap selesai mandi tawasnya diolesin di ketiak ketika ketiaknya masih basah. Agak ribet sih, dan bisa jadi banyak sisa sisa tawas yang enggak nempel diketiak itu jatuh berhamburan di lantai. Mau enggak mau, namanya pakai bahan alami ya pasti ada ribetnya.

Tapi Alhamdulillah setelah makai tawas ini, dijamin bebas bau seharian! Walaupun keringetan juga enggak bakal bau, dijamin!

Kok bisa yaa? Saya juga ketika hari pertama menggunakan tawas ini sempat bingung, kok bisa? Hmm kalau analisa saya (What?? Analisa??) kayaknya tawas ini memang memiliki kemampuan mengikat bakteri pembuat bau badan!

Terus masalah memutihkan ketiak yang terlanjur item, emang bisa? Bisa dong! Saya sendiri yang membuktikannya.

Eiitss, tapi intinya harus telaten. Mau tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk ketiak saya kembali ke warna aslinya alias warna kulit? DUA TAHUN!

Yaaa, saya menunggu momen menulis postingan ini setelah memakai tawas selama dua tahun. Sehingga saya memiliki bukti tersendiri. Walaupun enggak ada gambarnya sih. Haha yaa kaliii mau ditaruhin gambar, aurat dong :D

Intinya harus telaten yaa! It takes time! Jangan harap baru sehari dua hari make tawas terus pengen ketiaknya putih seketika.

Terakhir, saya mau kasi bocoran harga tawas. Ada yang mau menebak? 
Well, dua tahun lalu saya membeli batu (bongkahan Kristal) tawas seberat 1 kg seharga Rp 10.000 (murmerrrrr abiissss) dan selama dua tahun ini saya hanya menggunakan tidak lebih dari seperempatnya. Itu pun banyak yang tumpah ketika kesenggol waktu buru-buru.

Alhamdulillah, akhirnya saya menemukanmu tawas! Bye bye deodorant!


You May Also Like

2 comments

  1. "Walaupun keringetan juga enggak bakal bau" wow banget ini, aku aja ketiak tak sabunin tetap bau kecut

    ntahlah sabunya kalah dengan kekecutan ketiakku, tapi boleh di coba nih pake tawas siapa tau efekttif juga buat saya, thanks a lot

    ReplyDelete
  2. Bener memang enak pake tawas gini. Akupun gabisa pake sabun tok apalagi deo. Kok malah bau ga jelas. Tp sekarang aku cocok juga pake baking soda. 30rb sekilo awetnya taunan. Hihi

    ReplyDelete