Hamil Sekaligus Menyusui, Aman kah?

By Baiq Rosmala - October 05, 2017


pixabay

Wah, yang nemu postingan ini karena sengaja browsing di internet, saya ucapkan selamat ya bunda atas kehamilannya!

Sebulan yang lalu ketika saya mengetahui diri saya hamil, adalah ketika tepat anak pertama saya menginjak umur 10 bulan. Wow, perasaannya gimana? Campur aduk, bahagia iya, tapi khawatir juga iya.

Khawatirnya lebih ke rasa kasian kepada anak pertama. Dia masih butuh banyak perhatian, kasih sayang. Sedangkan saya yang sedang hamil pasti mendapatkan kesulitan dalam memberikan perhatian yang maksimal.

Ibu-ibu yang sedang atau pernah ngalamin ini pasti tahu rasanya.

Khawatir "Aduh, nanti bisa adil enggak ya?",
atau "Nanti si kaka bisa berbagi enggak sama adiknya?",
"Nanti kalau aku lebih cenderung sayang sama si kaka gimana? atau sebaliknya"

dan berbagai pertanyaan lainnya yang tiba tiba muncul di kepala. Duh, manusia emang makhluk yang suka mengeluh. Tapi tentunya di dalam hati saya yang terdalam selalu mengucap syukur, bahwa ini sudah rejeki.

Nah, kenyataan yang ada di depan mata sekarang bagi saya yang paling penting adalah masalah ASI. Amankah meng-ASI ketika hamil?

Oke, sebelum membahas dari sisi medis. Berdasarkan pengamatan saya, banyak kok teman saya yang mengalami hal yang sama. Hamil ketika masa menyusui. Kebanyakan mereka melanjutkan memberi ASI ke anaknya bahkan sampai si bayi lahir. Ada juga teman saya yang menyapih setelah bayinya lahir. Intinya mereka tetap meng-ASI. Setelah saya menyimak pengalaman yang mereka bagikan ke saya, ternyata hamil sambil menyusui itu aman kok! :)

Sekarang kalau dari sisi medis gimana? Penjelasan lebih rincinya sih saya kurang paham, karena saya bukan ahlinya. Maka dari itulah, ketika saya pertama kali mengetahui diri saya hamil, saya langsung periksa dan konsultasi langsung ke dokter kandungan. Alhamdulillah beliau pro ASI dan menyarankan tetap memberikan ASI selama saya tidak ada keluhan. Keluhan dimaksud seperti rasa lemas, sakit, atau kontraksi. Karena beliau percaya, memberikan ASI sampai usia dua tahun itu bisa menambah kedekatan ibu dan anak secara mental.

Oiya, semua kembali lagi ke kondisi si bunda ya. Ada juga dokter yang pro ASI tapi tidak menyarankan melanjutkan memberikan ASI karena kondisi medis si ibu. Entah itu karena kehamilan lemah atau pun yang lain. Intinya sih bunda harus tetap konsultasi dulu yaa ke dokter karena mereka yang lebih paham.

Alright, masalah hamil sambil menyusui sudah aman. Tapi yakin cukup sampai sini? Enggak lhoo ya, setidaknya menurut pengalaman pribadi saya.

Masalah baru timbul lagi ketika para tetangga (khususnya tetangga yang suka nyinyir) mengetahui kalau saya hamil. Duh, setiap hari saya harus tutup kuping deh dan hanya bisa tersenyum simpul ketika ada yang bilang:

"Mba, itu lebih baik anaknya disapih aja. ASI yang diproduksi selama masa kehamilan mengandung racun lhoo!"

"Mba, kasian anak. Dia nanti akan sakit terus menerus kalau tetap dikasi ASI"

"Mba, kalau anaknya enggak disapih nanti berpengaruh ke perkembangan otaknya lho! Kasian, nanti bisa 'oon"

Weuh.. Yaps, itulah yang saya dengar hampir setiap hari. Setidaknya selama 3 bulan pertama. Tapi reaksi saya? Biasa aja, malah saya jelaskan ke mereka kalau dokter bilang tidak masalah mengASI ketika hamil. Terus saya dibilang apa lagi sama mereka? Keras kepala! Yeah, I am! Saya keras kepala, emang! -,-

Ya Allah, jagalah anak-anakku ketika aku tidak mampu menjaga mereka. 

Mungkin ada ibu-ibu yang memiliki cerita yang sama? :)


  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Saya selalu memberi asi juga biarpub dalam kondisi hamil. Malah waktu anak kelima lahir, anak keempatku juga masih ngasi dan itu sangat membantu kelancaran produksi asi yang kadang bengkak di awal-awal menyusui yang seringkali bikin ibu demam.

    ReplyDelete
  2. Saya nggak ada pengalaman Mbak. anak pertama dan kedua hampir 5 tahun jaraknya, tanpa kontrasepsi. Kalau Mbak bisa cepat hamil lagi berarti rejeki. Alhamdulillah
    Semoga ketiganya sehat selalu yaa:)

    ReplyDelete