Bagi Kamu yang Sudah Siap Menikah

by - July 23, 2016

pixabay.com


Menikah adalah ibadah, jadi jangan sampai salah dalam melangkah.

Saya bukan sok menasehati, tapi dalam postingan kali ini saya mau berbagi pengalaman, yang saya alami sendiri,suatu proses untuk menggenapkan setengah dari agama, yaitu menikah.


Menikah adalah hal yang dianjurkan dalam agama Islam. Bahkan Rasul menyebut agama seseorang masih setengah jika belum menikah. Berdasarkan atas apa yang saya alami, saya ada beberapa tips yang mungkin bisa dijalani oleh teman-teman yang sedang mencari pasangan hidup. Mungkin ada beberapa yang bertentangan dengan prinsip yang teman-teman pegang, well bisa diambil hikmahnya aja kali yaaa.

Targetin kapan mau nikah.
Ketika saya masih kuliah di semester akhir, saya memiliki keinginan untuk menikah ketika nanti selesai wisuda di akhir tahun 2013. Nah, ternyata Allah ngasinya di awal tahun 2015 alhamdulillah. Yang penting niat untuk menikah sudah diajukan dulu ke Allah, setelah usaha, biarkan Allah yang mengatur segalanya.

Jodoh itu dijemput.
Poin yang ini erat kaitannya dengan poin di atas. Kenapa harus dibikin target kapan nikah, karena jodoh itu dijemput, bukan ditungguin aja di rumah. Nah, seperti halnya rejeki, Allah bakal ngasi ke kita sesuai dengan usaha yang kita jalani. Masalah jodoh, ketika keinginan menikah sudah ditargetkan tahun berapa, bulan ke berapa, maka langkah selanjutnya adalah dengan berusaha menjemput si doi. Caranya yaitu dengan ngasi tau ke orang tua, teman dekat, guru ngaji atau siapa aja yang kamu percaya bisa bantuin kamu nyari jodoh sesuai kriteria yang kamu inginkan. Kalau gak ditargetin, kita kesannya gak bersungguh sungguh menjemput jodoh.

Jangan sampai keyakinan kamu memudar.
Maksudnya, sekeras apapun usaha yang udah kita jalani, jangan sampai kamu lupa bahwa Allah lah yang Maha Mengatur segalanya. Ketika kamu udah cocok dengan si A, terus dianya tiba-tiba gak mau dikarenakan suatu alasan tertentu. Hal itu jangan lantas bikin kamu berfikir "apa jangan-jangan ada yang salah dengan penampilanku?" atau sampai mengira bahwa "aduh jangan-jangan aku kualat karena sebelumnya pernah menolak si Mas Soleh waktu itu?".
Nah kan! Bahaya! Apapun alasan si A tiba-tiba memutuskan proses pendekatan dengan kamu di tengah jalan, itu semua udah Allah yang ngatur. Jadi tetap positive thinking aja ya sama Allah!
Saya pribadi, setelah menargetkan menikah di akhir 2013, selama proses penantian sampai akhirnya bertemu jodoh di awal tahun 2015 itu sudah sering kecewa lhooo *haha. So, tetap semangat aja lah :D

Jodohmu cerminan dirimu.
Percaya atau gak, jodoh kita itu mirip banget sama kepribadian kita sendiri. Ini sii menurut pengalaman saya, dan saya juga melihat fakta yang sama terjadi juga pada teman-teman saya. So, bagi kamu yang pengen jodohmu baik, maka berbuat baiklah mulai dari sekarang. Ingat, ketika kamu berbuat maksiat, si calon pasanganmu juga (mungkin) lagi berbuat maksiat juga. Nah lhoo!

Cari Jodoh yang selevel.
Lagi-lagi ini menurut pandangan saya pribadi. Tapi kalau gak salah, ada deh hadis yang memang menganjurkan kita mencari jodoh yang selevel. Misalnya nii, kitanya orang biasa-biassa saja, yang masih awam masalah agama. Terus punya keinginan untuk mencari suami or istri yang penghafal qur'an, penghafal hadits, pinter ilmu agama, jago bahasa arab. Eh ternyata pas dikasi sama Allah sesuai kriteria yang diinginkan, si doi (yang minta dipertemukan  dengan penghafal qur'an) malah akhirnya sering jengkel. Contohnya niii, si suami yang baru belajar ngaji, ketika mau tilawah, baru baca bismillah, sang istri ngomel-ngomel "udah berapa kali sii saya harus jelasin kalau di bagian ituu dibaca dua harakat, bukan tiga, apalagi sampai lima harakat begitu". Nah kan! Si istri akan merasa berdosa kalau tidak menegur, sedangkan dianya juga mungkin udah gregetan karena si suami gak paham-paham. Belum lagi dari sisi suami, digituin sama istri juga kan lama-lama jadi kaku sendiri. Yaaah, kalau tahan digituin sii gapapa, sabar aja.
Yaaa, maksudnya, kalau emang bisa ngaji dengan fashih, ya cari jodohnya juga yang bisa ngaji lah ya, biar nanti gak repot. Alhamdulillah, suami saya emang pas buat saya hihihi, sejauh ini tidak ada kekurangan yang berarti *ihiiy

It's not about siapa yang duluan nikah atau gak.
Menikah itu bukan ajang kompetisi yang siapa duluan terus dianggap paling laku lah, paling cantik or ganteng lah, paling hoki lah. Bukan! Justru menikah itu masalah siapa yang paling lama. Paling lama bertahan dengan pasangan maksudnya. So, pelan-pelan aja, yang penting pasti. Dan yang penting yakin, jodoh akan datang pada waktunya. Jangan lupa usahanya juga yang maksimal yaa!

Yakinkan orang tua.
Kalau ini khusus bagi kamu yang sebenarnya sudah menemukan orang yang cocok tapi masih cek-cok sama orang tua alias mereka belum merestui hubungan kalian. Saran saya sii, selama alasan orang tua bukanlah alasan syar'i, hanya sebatas alasan dunia, misalnya terkait materi, insyaallah masih bisa di"nego". Tentunya tunjukkan ke orang tuamu tentang keseriusan kamu sama si doi untuk menikah dengan cara yang sopan, lemah lembut, dan dengan cara-cara yang baik ;) 

Oke, apa lagi?
Apa lagi yaa? Yaaa. teman-teman bisa nanya-nanya ke yang udah nikah duluan deh. Tanya tentang tips, suka duka mencari jodoh, dll. Oiya, tanya juga mengenai kehidupan setelah nikah. Biar tahu gambarannya. Biar bener-bener mantep kalau menikah itu masalah ibadah. Bukan kesenangan sesaat. 

Baiklah, postingan kali ini cukup sampai disini. See you on my next posts yaa!

You May Also Like

0 comments