February 14, 2018

Sebaik-baik Pelindung dan Penjaga

by , in
source: pexels.com
Akhir-akhir ini banyak sekali video beredar di linimasa facebook saya yang membuat saya kadang tidak bisa bernafas. Sebagai seorang ibu, melihat video anak terjatuh dari motor ketika dibonceng ibunya, video bayi meregang nyawa karena terjatuh dari balkon rumahnya, video seorang bayi yang disiksa oleh seorang asisten rumah tangga, video penculikan anak, video pelecehan seksual terhadap anak, dan video-video menyeramkan lainnya terkait anak, membuat saya benar-benar sesak, enggak bisa nafas. 
February 14, 2018

Ingin Beli Rumah Pertama? Perhatikan Hal-Hal Ini!

by , in


Bagi setiap keluarga, memiliki rumah sendiri merupakan impian yang selalu ingin diwujudkan. Ya, karena rumah adalah kebutuhan primer setiap manusia selain pangan dan sandang. Tidak heran jika banyak keluarga rela menabung hingga bertahun-tahun untuk bisa membeli rumah. Bahkan, mereka juga rela meminjam uang terlebih dahulu untuk bisa memiliki rumah pertama atas nama pribadinya. Meskipun demikian, sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah pertama, ada baik memperhatikan beberapa hal di bawah ini.
January 26, 2018

Berobat ke Dokter Spesialis Kulit di Mataram, dr. Farida Hartati

by , in

Beberapa hari yang lalu anak saya Yusuf (14months) tiba-tiba terkena gatal-gatal seluruh badan. Awalnya kayak ada sejenis biang keringat gitu di sekitar kaki dan tangan dan lama-lama menjalar ke bagian muka.

Awalnya saya sempat mikir mungkin emang biang keringat biasa. So waktu itu saya coba ngobatin dengan rajin pakein bedak setelah mandi (karena biasanya dan emang sengaja saya enggak pakein bedak dari lahir soalnya takut bedaknya terhirup). Tapi lama kelamaan gatelnya makin menjadi-jadi dan menjalar ke daerah mata.

Ternyata ada yang aneh, saya pun sempat periksa ke puskesmas. Pada akhirnya saya tahu jenis penyakit kulit yang dialami anak saya bukanlah penyakit yang biasa. Cerita lebih lengkapnya mengenai penyakit gatal yang dialami oleh anak saya nanti akan saya bagikan di postingan yang berbeda yaa (kalau ingat dan kalau sempat :D)
January 25, 2018

Perbedaan Kehamilan Pertama dan Kedua

by , in
source Pixabay.com

Kehamilan kedua saya datangnya tak terduga dan tidak terencana. Emang rejeki itu enggak kemana yaa.. Anak pertama saya masih berumur delapan bulan waktu itu ketika saya mengetahui saya hamil lagi.

Awalnya sempat sedih, tapi di lain sisi saya harus tetap bersyukur. Banyak pasangan lain yang menjalani program hamil bertahun-tahun dan menghabiskan uang berjuta-juta demi mendapatkan keturunan.

Sekarang usia kehamilan saya sudah memasuki bulan ke delapan. Menjalani kehamilan sambil mengasuh bayi tentu ada suka dukanya. Ada juga beberapa perbedaan yang saya rasakan jika saya bandingkan kehamilan anak pertama dan kedua ini. Tiap ibu pasti merasakan hal yang berbeda-beda tentunya.

1. Morning Sickness

Pada kehamilan pertama, hampir setiap kali saya masuk kamar mandi entah itu di waktu pagi, siang ataupun malam pasti saya mual muntah. Dan itu berlangsung sampai memasuki usia kehamilan lima bulan.

Pada kehamilan kedua ini saya bisa dibilang tidak mengalami mual muntah yang berarti. Yang paling kerasa itu cuman di waktu pagi ketika baru bangun tidur, kepala terasa berat dan pusing serta mudah mengantuk. Hal ini saya alami selama trimester pertama saja. Selebihnya saya bisa menjalani aktifitas seperti biasa sepanjang hari.

2. ‎Aktifitas yang Dijalani

Ketika hamil pertama, saya tidak memiliki banyak aktifitas di luar rumah alias berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Kegiatan saya sehari-hari paling beres-beres rumah, nulis blog dan sesekali refreshing jalan-jalan dengan suami. Walaupun gitu, saya sering merasa lelah. Mungkin karena anak pertama jadi bawaannya sering khawatir dan ujung-ujungnya saya memilih untuk membatasi diri dalam bergerak.

Beda dengan kehamilan kedua saat ini di mana saya bekerja sebagai guru di salah satu sekolah swasta dekat rumah. Kegiatan yang saya jalani tentu lebih banyak dibandingkan saat kehamilan pertama. Walaupun aktifitasnya lebih padat, bisa dibilang kehamilan saya yang kedua ini saya tidak terlalu banyak mengeluh. Mungkin karena kesibukan di tempat kerja ditambah kesibukan mengasuh anak jadi enggak kerasa kalau sedang hamil kali yaa?

3. ‎Hamil sambil Memberi ASI

Perbedaan yang paling kerasa saat ini adalah ketika saya hamil anak kedua sekaligus masih menyusui anak pertama. Sempat siih mencoba untuk menyapih tapi enggak berhasil. Kebanyakan orang emang merekomendasikan untuk menyapih saja karena kasian kalau nutrisinya disedot terus sama anak pertama. Saya pun sempat mikir kayak gitu, sampai akhirnya saya ketemu dokter Pro ASI yang bilang kalau menyusui ketika hamil itu aman-aman aja. Tapi tentunya ada syarat dan kondisi tertentu yaaa..

Baca selengkapnya di postingan saya: Hamil Sekaligus Menyusui, Cerita Menyusui dan Hamil Muda

4. ‎Posisi Tidur

Posisi tidur yang paling enak dan nyaman yang saya rasakan baik itu di kehamilan pertama maupun kedua adalah dengan berbaring ke sebelah kanan. Banyak yang bilang posisi yang bagus itu menghadap kiri, enggak tau juga alasannya apa. Yang jelas saya lebih nyaman kalau hadap kanan.

Bedanya, kalau kehamilan pertama saya baru bisa tidur itu kalau dikelilingi oleh bantal. Maksudnya teh harus ada satu bantal buat ganjel perut, guling panjang buat ganjel punggung, dua bantal buat di kepala, satu bantal buat di betis dan satu bantal buat di kaki :D

Sedangkan kehamilan anak kedua ini, perut saya tidak terlalu besar jika dibandingkan kehamilan pertama. Jadi kalau tidur tidak terlalu memerlukan banyak bantal, hanya dua bantal di kepala dan satu bantal guling untuk ganjel perut.

5. ‎Porsi Makan

Kalau porsi makan, hampir dibilang sama aja yaa.. Saya tipe orang yang kehamilannya itu enggak terlalu banyak makan. Cuman di awal-awal aja siih suka laper dan sekalinya makan porsinya banyak. Itu pas awal-awal belum tahu kalau sedang hamil. Selebihnya, apalagi trimester pertama nafsu makan bener-bener menurun. Terus trimester kedua dan ketiga porsi makan saya sama saja seperti sedang tidak hamil. Tapi emang bedanya kalau kehamilan kedua ini berat badan saya lebih sedikit dibandingkan kehamilan pertama. Mungkin kembali lagi karena aktifitas yang saya jalani di luar rumah lumayan menyita energi.

6. ‎Rasa Cemas dan Khawatir

Cemas dan khawatir itu sering banget saya rasakan pada kehamilan pertama. Rata-rata sih emang katanya normal kalau begitu. Soalnya kan namanya juga kehamilan pertama, belum ada pengalaman sama sekali. Apa-apa cemas, dikit-dikit khawatir. Nah kalau yang kedua ini saya ngerasa lebih nyantai aja. Tapi seharusnya enggak baik juga terlalu disepelekan, iya enggak sih?

7. ‎Perhatian

Perhatian yang saya dan suami berikan kepada janin yang ada di dalam perut di kehamilan kedua ini bisa dibilang sangat kurang. Mungkin karena kesibukan mengasuh si kakak yang sedang gemar-gemarnya mencari perhatian di usianya yang satu tahun. Dulu ketika hamil pertama, saya sering melakukan USG minimal sekali dalam dua bulan dan saya juga sering konsultasi ke bidan. Sekarang  selama delapan bulan ini saya baru USG hanya dua kali.

Terus di kehamilan pertama saya dan suami sering banget komunikasi sama si debay di dalam perut. Sekarang, interaksi emang lebih banyak ke si kakak jadi mau gimana lagi yaa.. Komunikasi dan berinteraksi dengan si debay dalam perut di kehamilan kedua ini sih tetap ada, cuman enggak terlalu sering.

8. ‎Badan yang Membengkak

Pada kehamilan pertama hampir semua badan saya bengkak, dari jari-jari tangan, kaki, pipi dan badan secara keseluruhan sangat-sangat bengkak alias gemuk banget. Beda sama kehamilan kedua ini saya tidak terlalu mengalami perubahan fisik. Badan juga terasa lebih enteng. Mungkin karena dulu saya enggak kerja di luar rumah kali yaa.. Kalau sekarang saya kerja itu dari Senin sampai Sabtu -,-. Mungkin wajar aja kali yaa badannya enggak terlalu bengkak dibandingkan kehamilan pertama.

9. ‎Persiapan Melahirkan

Sampai delapan bulan usia kehamilan kedua ini, saya belum nyiapin apa-apa hiiiks. Padahal nyadar sih kalau hari kelahiran makin dekat. Tapi emang saya ngerasa enggak terlalu banyak yang harus dipersiapkan jadinya agak dibawa santai. Kayaknya beberapa hari ke depan deh saya baru akan pergi nyari perlengkapan melahirkan kayak maternity pads dkk. Kalau pakaian newborn baby dan teman-temannya sih masih utuh dan lengkap.

Setidaknya itu perbedaan-perbedaan yang saya rasakan sekarang ini. Kalau dipikir-pikir kayaknya saya kurang fair yaa jadi orang tua :(

Duh jarak kehamilan yang mepet gini emang satu hal yang paling saya khawatirkan adalah ketika nanti saya tidak bisa berbuat adil untuk si kakak dan adeknya. Semoga saja ini hanya kekhawatiran yang mengada-ngada.

Kayaknya cuman itu aja yang bisa saya share di postingan kali ini. Thanks for reading and be a happy mommy!



January 12, 2018

Pentingnya Pendidikan dan Pemilihan Jurusan yang Tepat Sebagai Penentu Masa Depan

by , in
source: Pixabay

Perubahan zaman yang bergerak dengan sangat cepat menciptakan pembaharuan-pembaharuan di berbagai sektor, mulai dari perubahan budaya masyarakat khususnya di negara-negara maju dan berkembang dengan pola hidup masyarakatnya yang terus bergerak maju. Seiring dengan meningkatnya tingkat kebutuhan setiap individu dalam berbagai hal, mulai dari kebutuhan primer, sekunder hingga tersier yang dipicu oleh gaya hidup setiap individu yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Adanya pergolakan dalam perkembangan zaman yang seolah tidak terkontrol lagi membuat setiap orang harus bekerja keras untuk bertahan hidup di tengah gejolak globalisasi yang dimonopoli oleh para kaum borjuis.

Di beberapa sektor lahan industri, khususnya yang mempekerjakan ratusan bahkan ribuan buruh dengan kerja ekstra namun dengan standar gaji buruh yang seolah mencekik para buruh di tengah globalisasi yang sedang meledak-ledak ini. Semboyan waktu adalah uang terus memonopoli pola pikir masyarakat untuk mendongkrak kekuatan dan menguras tenaga selama 24 jam untuk mengumpulkan uang sebagai fondasi bertahan hidup, menghadapi kerasnya kehidupan tidak jarang memicu frustrasi beberapa kalangan sehingga memutuskan untuk mengakhiri hidup. Indonesia secara khusus merupakan salah satu negara berkembang dengan tingkat pengangguran yang terus bertambah setiap tahunya menjadi bukti kerasnya persaingan dalam berburu uang.

Kreativitas menjadi hal yang sangat unggul untuk dikembangkan pada pribadi setiap individu, kreativitas dalam mengolah isu sosial, kreativitas dalam menambah value suatu benda, kreativitas dalam mencipta inovasi dan lain sebagainya. Jiwa kreatif akan sangat membatu meningkatkan taraf hidup seorang individu di tengah masyarakat, untuk menjadi pribadi yang kreatif, hal yang perlu diperhatikan adalah sikap berani untuk keluar dari kaidah-kaidah yang sudah ada, berani melanggar pakem dan menjadi kaum minoritas, atau dengan kata lain berani tampil beda agar mampu menciptakan pembaharuan yang bernilai lebih dan cenderung mengikuti perkembangan zaman yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat zamannya.

Kaum kreatif semakin bermunculan di tengah masyarakat, mulai dari kalangan akademisi sampai masyarakat biasa, kemunculannya dipicu oleh berbagai macam hal, mulai dari kejelian dalam menanggapi berbagai perkara isu sosial yang ada sampai karena himpitan ekonomi yang memaksa untuk berfikir keras untuk mendapatkan penghasilan lebih dalam memenuhi kebutuhan hidup atau tuntutan lainnya, seperti tanggung jawab dalam membiayai keluarga, mulai dari menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan makanan, sampai kebutuhan-kebutuhan tak terduga lainnya. Kemajuan teknologi yang memberi kemudahan kepada manusia terkadang memicu sifat malas dan acuh tak acuh manusia, karena menciptakan rasa aman dan terlalu malas untuk keluar dari zona nyaman, sifat seperti ini tentu akan menghambat kreativitas seseorang, maka dari itu sudah menjadi fitrah manusia yang akan menjadi sosok kreatif ketika berada dalam situasi terhimpit, situasi tertentu akan memicu kreativitas setiap orang.

Kalangan akademisi saat ini seolah menjadi pisau bedah dalam mengatasi berbagai macam problem sosial yang bertebaran di mana-mana, peran lembaga pendidikan dalam membentuk pola pikir kreatif seolah menjadi PR tersendiri yang jelas tercatat dalam visi dan misi mereka, sehingga memicu persaingan yang ketat dan berlomba-lomba mencetak alumni berkualitas. Pola pikir seorang akademisi akan tercipta berdasarkan lingkungannya, kreativitas akan tercipta jika lembaga pendidikan tempatnya menimba ilmu kerap memberikan peluang bagi setiap peserta didiknya untuk lebih open minded dalam merefleksi lingkungannya secara positif dan kreatif. pendidikan adalah pisau bedah dalam menciptakan masyarakat kreatif, pola pikir sebagian orang tua tentang pendidikan hanya sebatas jembatan menuju pekerjaan yang mapan terkadang menjadi tembok yang membatasi kreativitas anak-anaknya, hal tersebut tidak sepenuhnya salah, namun beberapa orang tua bahkan terkadang ikut andil dalam menentukan jurusan yang akan dijalani oleh anaknya, beberapa diantaranya tepat sasaran, namun sebagian lainnya justru membuat sang anak jadi kehilangan arah dan tersesat.

Sejatinya, budaya pendidikan di era globalisasi ini khususnya dalam konteks pemilihan jurusan yang akan dijalani selama menimba ilmu merupakan perkara yang sebagian orang anggap sepele, dengan pemikiran selama jurusan tersebut bisa menjadi jembatan agar bisa menghasilkan uang, mengapa tidak. Padahal, pentingnya mengutamakan passion dalam pemilihan jurusan adalah perkara yang tidak bisa dianggap sepele, hal ini akan sangat mempengaruhi kualitas kinerja kita di masa depan. Bekerja dengan keterpaksaan dan bekerja karena kecintaan pada pekerjaan yang dijalani memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap psikologis orang yang menjalaninya, jika dijalani dengan keterpaksaan tentu akan menimbulkan tekanan terhadap kejiwaan yang mengakibatkan frustrasi berlebihan, sehingga mengurangi rasa bahagia yang dirasakan setiap harinya, hal ini dapat memicu tindakan negatif berupa pelarian dari kondisi yang membuatnya tertekan.

Sangat berbeda dengan orang yang menjalani sebuah pekerjaan karena passion, pekerjaan yang sesuai dengan bidang kemampuannya dan tentu hal yang ia cintai, tentu juga berpengaruh terhadap kejiwaannya, hal ini tidak hanya berpengaruh pada kinerja, tetapi juga terhadap kejiwaan pelakunya yang cenderung didominasi oleh perasaan bahagia. Orang yang menjalani pekerjaannya dengan sepenuh hati ketika dihadapkan dengan kesulitan dalam pekerjaannya, ia akan cenderung menganggapnya sebagai tantangan dalam perjalanan karirnya tanpa melihatnya sebagai masalah yang menyusahkan, karena pola pikir kreatif akan senantiasa menjadi solusi bagi seseorang yang berada dibawah tekanan pekerjaan yang ia cintai, ia akan berusaha untuk memberikan hasil yang maksimal untuk menunjukkan dedikasinya terhadap pekerjaannya sebagai bentuk profesionalitas.

Berdasarkan hal-hal diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pentingnya pemilihan jurusan yang tepat saat menimba ilmu menuju jenjang spesialis di suatu bidang adalah hal yang patut dipertimbangkan, melihat hal tersebut akan sangat mempengaruhi kadar kebahagiaan yang akan dijalani di masa depan terhadap pekerjaan yang dijalani, hal ini erat kaitannya dengan seberapa berani dan seberapa tegas kita dalam mengambil andil untuk membuat keputusan jangka panjang yang berdampak besar bagi masa depan kita kelak. Pendidikan adalah hak setiap individu, namun tetap saja uang selalu menjadi penghalang dalam hal ini, jika anda merupakan salah satu orang dengan keinginan yang kuat untuk menyekolahkan anak anda namun terhalang oleh kendala finansial, maka salah satu solusi yang tepat bagi anda adalah dengan mengunjungi website resmi pinjaman24.id yang menyediakan solusi keuangan bagi anda. 
Monily.id merupakan penyedia layanan bebas pinjam berbasis online yang beroperasi di Indonesia dan membantu para konsumen untuk mengajukan pinjaman online non bank, http://www.monily.id/ menyediakan informasi yang dapat dijadikan perbandingan awal dalam menentukan pihak peminjam yang sesuai dengan kebutuhan. Jika anda membutuhkan dana dalam jumlah yang cukup besar dan dalam waktu yang singkat untuk biaya pendidikan anak anda, maka pinjaman24.id yang merupakan layanan pinjaman berbasis online bisa menjadi salah satu pilihan anda, dengan persyaratan tanpa jaminan anda bisa langsung menerima uang di rekening anda dalam waktu yang sangat singkat setelah mengikuti prosedur yang berlaku. 

---
This is a sponsored post, read Disclosure!

January 10, 2018

Suamiku: Antara Berkata Jujur dan Keracunan

by , in
Suami saya, adalah tipe orang yang blak-blakan kalau ngomong. Kalau enggak suka, ya langsung bilang enggak suka. Pun kalau menyukai sesuatu, dia enggak akan segan-segan memuji dan menghargai, sekecil apapun itu.

Tapi, ada satu hal yang dia paling susah untuk jujur! Tentang masakan saya! Kalau dia mendapati masakan saya keasinan misalnya, dia lebih memilih untuk diam. Diam saja, sambil melanjutkan makan sampai habis. Biasanya nanti setelah saya icip, baru saya akan teriak-teriak sambil merengek minta maaf kalau masakan saya keasinan. Heuheu, mau gimana lagi. Suami saya emang enggak bisa ngomong kalau soal masakan saya. Kalau masakan orang lain mah langsung aja dikomentari kurang ini kurang itu wkwk.
December 21, 2017

Resep Masak Sambel Goreng Tahu Plus Krecek

by , in


Sambel goreng tahu plus krecek adalah makanan pelengkap yang biasanya disajikan bersama gudeg khas jogja dan atau nasi liwet khas solo. Cita rasa pedas dan gurih yang dihasilkan oleh sambel goreng tahu plus krecek ini menambah kelezatan makanan hidangan utama tersebut. Jika anda memasak gudeg jogja atau nasi liwet sudah seharusnya anda juga memasak sambel goreng tahu plus krecek ini.Adapun resep masak sambel goreng tahu plus krecek adalah sebagai berikut:

Jika kebetulan anda belum tahu bagaimana proses pembuatan dan bahan-bahan apa saja yang diperlukan, tak perlu kawatir. Mari kita belajar memasak untuk mendapatkan cita rasa terbaik. Syaratnya anda harsu menyiapkan beberapa bahan dan bumbu di bawah ini.

Bahan yang diperlukan:
· 300 gram tahu putih sekitar 5 buah tahu putih (potong bentuk dadu)
· 75 gram krecek/rambak
· 1 bungkus Sasa Santan Kelapa
· Minyak goreng secukupnya untuk menumis dan menggoreng.

Bumbu yang harus anda haluskan:
· 3 buah bawang putih
· 7 buah bawang merah
· 5 buah cabai merah keriting besar
· 4 butir kemir (disangrai dulu)
· ½ sendok teh terasi yang telah digoreng

Bumbu pelengkap yang harus disiapkan:
· 2 lembar daun salam
· 5 buah cabai rawit utuh/ jumlah sesuai selera
· 2 ruas Lengkuas seukuran ruas jari kelingking
· 1 buah tomat (potong dengan ukuran sesuai selera)
· Garam dan lada putih bubuk secukupnya.
· 1 sendok teh gula merah yang sudah disisir.
· 2 sendok teh larutan asam jawa (terbuat dari 1 sendok teh asam jawa dan 1 sendok makan air)

Cara membuat sambel goreng tahu plus krecek adalah :

1. Siapkan wajan dan panaskan minyak goreng untuk menggoreng tahu.
2. Masukkan tahu dan goreng sambil dibolak-balik sampai berkulit cokelat, angkat, tiriskan, sisihkan dahulu.
3. Sekarang ganti panaskan kembali miyak goreng untuk menumis bumbu.
4. Tumis bumbu halus tadi hingga beraroma wangi.
5. Selain itu mulai tambahkan daun salam, lengkuas, dan tomat secara bergantian. Lanjutkan menumis sampai bahan-bahan tadi layu dan aroma harum tercium kembali.
6. Tuangkan Sasa Santan Kelapa seluruhnya dan masukkan juga krecek lanjut dimasak sambil diaduk –aduk hingga santan mendidih, setelahnya kecilkan api kompornya. Hal ini untuk menjaga kualitas santan tetap baik untuk kesehatan. Perlu anda ketahui bahwa santan sebenarnya sangat baik untuk kesehatan. Hanya saja terkadang kita salah dalam memasaknya sehingga jadi tidak baik.
7. Selanjutnya masukkan semua bahan dan bumbu-bumbu yang belum digunakan, aduk hingga kuah mengental, dan matikan api kompornya.
8. Setelah matang, berarti siap disajikan sebagai menu pelengkap misalnya pada gudeg jogja atau nasi liwet solo. 

Sekarang rasakan bagaimana Sambel goreng tahu plus krecek buatan anda, enak bukan? 


Sekadar informasi saja ya, mengapa resep di atas menggunakan Sasa Santan Kelapa. Kok bukan santan perasan dari kelapa langsung saja? sebab Sasa Santan Kelapa memiliki kualitas yang sama dengan santan perasan langsung. Ia sudah matang dan siap pakaisehingga kita tidak perlu repot untuk mengolahnya. Juga Sasa santan Kelapa memiliki aroma dan rasa se-segar kelapa yang langsung diperas, jadi kita tidak akan kehilangan kualitas masakan yang kita buat hanya karena menggunakan santan instan. Beda cerita bila kita menggunakan merek lain. selain itu Sasa Santan kelapa juga cocok untuk segala jenis masakan, makanan, dan minuman karena tanpa pengawet. Sepanjang pengalaman saya memasak, Sasa Santan Kelapa adalah pilihan terbaik untuk santan.

Makanya buibu juga kalau berkreasi masakan yang bersantan, jangan lupa pakai Sasa Santan Kelapa yaa. Sasa Santan, Aslinya Santan.


December 10, 2017

Ada Tempra dibalik Cerita Menyusui dan Hamil Muda

by , in


Jika teman-teman sebelumnya sudah pernah membaca postingan saya yang berjudul Hamil Sekaligus Menyusui, Amankah? maka teman-teman tentunya sudah mengetahui kalau sekarang saya lagi hamil anak kedua di saat anak pertama saya masih bayi. Saya tahu diri saya hamil kedua di saat anak saya yang pertama (Yusuf) menginjak umur delapan bulan. Sekarang Yusuf sudah memasuki usia satu tahun, alhamdulillah.

Bagaimana rasanya hamil sekaligus menyusui? Apa enggak capek? Enggak khawatir anaknya kenapa-kenapa? Kenapa enggak sekalian disapih aja sih anaknya, kan kasian!

Itu adalah serentetan pertanyaan yang sudah biasa saya dengar semenjak para tetangga dan kerabat mengetahui perihal kehamilan kedua saya ini. Well, awalnya susah juga menjelaskan ke mereka mengenai alasan saya harus bertahan menyusui anak pertama walaupun sedang hamil muda. Namun sekarang saya sudah mulai agak terbiasa alias woles aja, enggak usah terlalu dimasukkan ke dalam hati apalagi sampai dibawa stress. Karena ibu hamil kan sebisa mungkin harus selalu happy, iya enggak moms?

Pertanyaan lain yang juga sering muncul adalah: "Enggak pake KB yaa? Sengaja?"

Dibilang sengaja enggak pake KB sebenarnya enggak juga sih. Hanya saja emang waktu itu (ketika awal-awal melahirkan) banyak yang bilang kalau sebenarnya menyusui itu adalah KB alami. Jadi saya enggak mau terburu-buru dan memutuskan untuk memasang KB setelah menstruasi saya teratur. Waktu itu, saya belum juga menstruasi sampai akhirnya Yusuf berumur enam bulan. Kebetulan pada saat itu saya baru diterima kerja sebagai guru di salah satu sekolah swasta di Mataram. Alhasil, karena kesibukan, saya baru sempat ke puskesmas dua bulan setelah menstruasi pertama pasca melahirkan. Sudah ketebak kan akhir cerita ini gimana? Yaps, di saat saya ke puskesmas dengan tujuan untuk memasang KB ternyata di saat itu juga saya mengetahui kalau saya sudah hamil sekitar 8 minggu. Wew! 

"Terus, kenapa anaknya masih dikasi ASI? Bukannya enggak aman yaa buat janin?"

Oke, kalau teman-teman belum baca postingan saya sebelumnya tentang Hamil sekaligus Menyusui, Amankah? Saya sarankan teman-teman baca itu dulu yaa.. Karena di sana saya sudah jelaskan bahwa dokter tempat saya konsultasi tidak melarang saya untuk tetap meng-ASI anak pertama. Alasannya adalah karena kehamilan saya termasuk kehamilan yang kuat, tidak terlalu banyak keluhan dan tidak mual-muntah. Dokter saya juga menjelaskan sekiranya saya tidak kuat atau lemas ketika menyusui maka sebaiknya saya tidak melanjutkannya. Namun syukurnya, saya masih diberikan kekuatan oleh Sang Kuasa untuk tetap memberikan ASI untuk anak saya. Bagaimana pun juga, anak itu adalah amanah dan sudah menjadi haknya dia untuk memperoleh ASI selama dua tahun. Selama saya kuat dan mampu, insyaallah saya akan selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk si buah hati di masa golden-agenya. 

Oiya, sekedar informasi buat teman-teman... bahwasanya makanan yang dimakan oleh seorang ibu hamil itu yang pertama kali mendapatkan nutrisi adalah bayi yang di dalam kandungan. Jika sedang menyusui, maka urutan kedua yang mendapat aliran nutrisi adalah payudara sebagai tempat produksi ASI. Baru yang terakhir adalah nutrisi untuk sang ibu. Kesimpulannya, jika si ibu dalam keadaan baik-baik saja (tidak lemas) maka insyaallah bayi yang ada di dalam perut juga akan baik-baik saja. Tentu artinya si ibu sudah menjaga pola makan dan menjaga kebutuhan nutrisinya dengan baik. Setidaknya itu adalah ilmu yang berlaku secara umum. Namun, kembali lagi bahwa kondisi masing-masing orang berbeda-beda. Hendaknya emang memeriksakan dulu dan konsultasi ke ahlinya jika memang mau bertahan menyusui di saat hamil.

Lalu, keluhan apa saja yang sering dihadapi ketika memilih bertahan menyusui di saat hamil?

Memilih tetap menyusui di saat hamil tentunya tidak mungkin berjalan tanpa adanya keluhan, rintangan dan hambatan. Keluhan yang paling berarti bagi saya adalah masalah psikologis. Terutama di saat awal-awal mengetahui kehamilan kedua ini. Saat itu, tekanan datang dari banyak pihak kalau saya harus menyapih Yusuf. Saya waktu itu beberapa kali mencoba menyapihnya namun tetap saja sulit. Saya masih ingat ketika saya dipaksa harus tega membiarkan dia menangis meronta-ronta sampai kejang-kejang karena harus mematuhi perintah keluarga besar untuk menyapihnya. Masih segar diingatan saya suara tangisnya yang tiada henti ketika bangun tengah malam dan dia tidak menemukan ASI-nya seperti biasa. 

Namun itu dulu. Ketika saya baru awal-awal mengetahui diri saya hamil setelah periksa ke puskesmas. Semua menyuruh saya untuk menyapih Yusuf. Suami juga? Dia termasuk orang yang enggak tega melihatnya, namun juga khawatir omongan orang-orang akan benar adanya. Omongan orang-orang yang gimana? Yah, mereka banyak yang bilang kalau Yusuf nantinya akan tumbuh menjadi anak yang "kurang" dari segi otak jika saya memilih tetap menyusui. Maksudnya gimana? Entahlah, saya tidak mau membahas lebih lanjut karena masih terlalu kesal jika mengingat cara mereka men-judge saya dan anak saya.

Naluri saya sebagai ibu berkata lain. Saya waktu itu mencoba berkomunikasi baik-baik kepada suami bahwa omongan orang-orang itu tentu tidak benar. Setidaknya saya sudah mencoba menyapih Yusuf tapi tetap saja tidak berhasil. Malah Yusuf akhirnya jatuh sakit karena asupan ASInya berkurang dan belum mau menerima susu formula sebagai gantinya. Akhirnya beberapa hari setelah "perang batin" itu, saya pergi berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan. Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya bahwa menyusui ketika hamil itu ternyata aman-aman saja untuk kasus saya yang tidak memiliki masalah serius dalam kehamilan anak kedua.

Setelah masalah yang satu terselesaikan, timbul lagi masalah lain. Di saat saya bersemangat memberi ASI lagi untuk Yusuf, di saat itu Yusuf mengalami demam yang berkelanjutan. Demam tiga hari, kemudian dua hari berikutnya demam lagi. Mungkin karena "perang batin" yang terjadi sebelumnya.  Dia menjadi kurang bersemangat dan mudah lemas karena demam. Terlebih umurnya baru delapan bulan dan belum terlalu terbiasa dengan makanan MP-ASInya. Jadinya di saat bersamaan nafsu makannya juga berkurang yang menyebabkan demamnya semakin parah.

Apa yang saya lakukan ketika Yusuf demam?

Hal pertama yang saya pelajari selama menghadapi anak yang sedang demam adalah hindari panik. Jujur, ketika pertama kali mendapati anak demam saya dan suami agak panik karena waktu itu kami tergolong sebagai orang tua baru. Namun belajar dari pengalaman sebelumnya, sekarang kami bisa lebih tenang jika tiba-tiba anak kami sakit. Toh panik juga enggak bakalan bisa menyelesaikan masalah kan?

Lalu apa yang saya lakukan ketika Yusuf demam setelah beberapa kali dicoba disapih? Setelah menghindari panik setidaknya ada beberapa hal yang saya lakukan untuk menurunkan panas pada anak. Saya langsung bagikan aja yaa tipsnya seperti di bawah ini:


1. Selalu sedia termometer
Sebagai orang tua yang memiliki anak bayi, termometer sudah menjadi sebuah kebutuhan yang harus ada di kotak P3K. Ketika demam, ukur dulu suhu tubuh anak, jika masih dibawah 37 derajat celcius dan anak masih terlihat aktif maka sebaiknya hindari dulu pemberian obat. Home treatment seperti pemberian obat herbal masih bisa dijadikan harapan untuk menurunkan panas anak.

2. Pemberian ramuan herbal
Ramuan herbal yang selama ini manjur menurut saya adalah parutan atau irisan bawang merah ditambah minyak telon/minyak kayu putih. Setelah dicampur dan bawang merahnya sedikit di remas-remas, oleskan merata ke seluruh tubuh terutama bagian kaki. Setelah itu pakaikan kaos kaki agar kakinya tetap hangat. Pengalaman saya, Yusuf ketika demam dibawah 37 derajat kakinya tidak terlalu panas bahkan cenderung agak dingin.

3. Berikan cairan lebih banyak dari biasanya
Ketika anak demam, usahakan jangan sampai ia dehidrasi. Jika masih di bawah 6 bulan, ASI harus terus diberikan. Jika sudah lebih 6 bulan, maka sudah bisa diberikan air putih, jus atau bubur yang agak cair agar si anak tidak kekurangan cairan.

4. Atur suhu ruangan dan pakaian yang dikenakan
Ketika anak mulai menunjukkan gejala demam, suhu ruangan sebisa mungkin jangan sampai panas karena akan menjadikan suhu tubuhnya semakin tinggi. Selain itu, hindari penggunakan pakaian yang tebal karena pori-porinya akan tertutup sehingga panas tubuhnya akan mendendap. Beda halnya jika menggunakan pakaian yang longgar dan tipis maka kulit jadi bisa bernafas untuk mengeluarkan panas dari dalam tubuhnya.

5. Mandi pakai air hangat
Poin 1 sampai 5 ini kita masih membahas demam dengan suhu di bawah 37 derajat yaa.. Jadi kalau anak mau dimandikan boleh saja, atau mungkin sekedar dikompres. Tapi ingat, harus menggunakan air hangat. Karena bisa berakibat fatal apabila tubuh dengan suhu tinggi diberi air dingin. Tubuh akan menganggap suhu luar lebih rendah sehingga tubuh merasa perlu untuk membuat suhu badan lebih tinggi. Sebaliknya, jika dikompres atau mandi/dilap menggunakan air hangat, tubuh merasa perlu untuk menurunkan suhu badan karena suhu di luar dirasa lebih tinggi.

6. Skin to skin
Pengalaman saya, anak yang demam itu sudah pasti jadi tambah rewel dan maunya digendong terus sampai terlelap. Nah, pada saat seperti ini mom and dad bisa melakukan yang namanya skin to skin ketika menggendong anak. Jadi anak dan orang tua yang menggendong sama-sama tidak mengenakan baju agar bisa saling bersentuhan kulit. Biasanya lama kelamaan panas dari tubuh si anak akan berpindah ke tubuh si ayah/bunda. Hal ini setidaknya bisa membuat si anak lebih nyaman karena suhu badannya sedikit berkurang.

7. Jika suhu badan sudah mencapai 37-38, berikan paracetamol
Jika suhu badannya tidak turun-turun juga dan mendekati angka di atas 37 derajat maka sudah seharusnya diberi paracetamol. Pemberian paracetamol ini bertujuan untuk membantu menurunkan sedikit suhu tubuh agar anak merasa nyaman. Ingat lho moms anak yang dibiarkan demam tinggi terlalu lama bisa bisa terkena Step. So, selalu sedia paracetamol yaa..

Kalau saya, paracetamol yang menjadi andalan saya selama ini adalah Tempra Syrup. Kenapa saya memilih Tempra Syrup? Karena menurut saya Tempra ini memiliki banyak kelebihan dibanding obat penurun panas lainnya. Keunggulan yang dimiliki Tempra adalah seperti yang terangkum di bawah ini:

Kelebihan Tempra Syrup Paracetamol:

1. Botol sirup dalam keadaan tersegel rapi, yang artinya sudah dipastikan isinya terjamin dan terbebas dari debu-debu dan virus yang kemungkinan timbul dari proses distribusi;
2. Tutup botolnya unik menurut saya, karena saya baru kali ini menemukan tutup botol yang kokoh dan kuat serta tidak mudah terbuka. Ada cara khusus untuk membuka tutup botol. Artinya, walaupun segel sudah dalam keadaan terbuka setelah dipakai, isi sirupnya tetap terjamin;
3. Dosisnya tepat, terdapat wadah takaran sehingga tidak akan menimbulkan over dosis atau kurang dosis;
4. Tempra Syrup tersedia dalam rasa anggur yang pastinya disukai oleh anak-anak;
5. Bebas alkohol, dan ini yang paling penting. Artinya, Tempra Syrup ini aman banget di lambung;
6. Petunjuk pemakaiannya jelas mulai dari dosis hingga tutorial cara membuka tutup botol yang terdapat di bagian dalam kemasan. Seperti yang saya sebutkan pada nomor 2 kalau tutup botolnya tergolong unik sehingga ada tutorial tersendiri cara membukanya;
7. Tidak perlu dikocok dan enggak perlu khawatir lagi kalau sirupnya kurang kental atau terlalu kental karena Tempra Syrup sudah larut 100%.

Tempra Syrup tidak hanya saya berikan ketika demam pasca mencoba menyapih Yusuf tentunya, karena saya selalu sedia Tempra Syrup untuk jaga-jaga. Seperti hari ini misalnya. Ceritanya tadi pagi saya sudah janji untuk mengunjungi keluarga yang jarak rumahnyanya lumayan jauh dari rumah. Kebetulan tadi pagi agak mendung, jadinya saya berangkat aja mumpung belum hujan.

Saya berdiam di sana sekitar 3 jam dan akhirnya memutuskan pulang sekitar pukul 10.00 pagi. Waktu itu di perjalanan mataharinya tiba-tiba terik, padahal ketika kami berangkat cuacanya agak mendung. Sampai di rumah sekitar pukul 11.00 dan itu biasanya adalah waktu tidur siangnya Yusuf.

Saat tiba di rumah, saya sempat kaget karena kepalanya Yusuf agak panas. Apa karena perubahan cuaca yang cukup drastis ya? Karena ngantuk dan sedikit rewel, akhirnya Yusuf keburu terlelap dan saya belum sempat melakukan treatment apapun.

Sejam kemudian Yusuf bangun dan saya semakin kaget karena suhu badannya tinggi sekali. Setelah mengukur dengan termometer, ternyata benar suhu badannya mencapai 38,5 derajat. Tanpa pikir panjang, saya langsung berikan Tempra Syrup. Sambil terus melakukan skin to skin dengan Papanya (karena saya tidak kuat kalau menggendong terlalu lama), akhirnya suhu badannya semakin lama semakin menurun. Dua jam kemudian suhunya di angka 36 derajat alhamdulillah. Dia kembali aktif dan mengoceh seperti biasa walaupun badannya masih terasa hangat. Perlahan saya coba beri makan roti. Syukurnya dia mau makan.


Menjelang sore hari, turunlah hujan. Padahal sebelumnya panas matahari terasa sangat menyengat. Mungkin benar, Yusuf demam gara-gara perubahan cuaca yang drastis. Dia pun mengantuk setelah beberapa jam sebelumnya diberi obat, bermain dan sedikit makan roti. Sampai saat ini suhu badannya sudah kembali normal. Hanya saja bagian kepala masih terasa hangat. Syukurnya karena cuaca bersahabat, tidurnya pun nyenyak dan saya bisa melanjutkan tulisan ini.

Oiya, saya sedikit heran. Awalnya saya membuat draft tulisan ini hanya mau curhat pengalaman Yusuf tiba-tiba panas tinggi setelah dulu dicoba disapih (sekitar empat bulan yang lalu). Sekaligus mau cerita pengalaman cara ampuh menangani demamnya. Namun di luar dugaan dan perkiraan, Yusuf hari ini tiba-tiba panas tinggi dengan kronologi yang saya jelaskan di atas. Semoga saja besok kondisinya sudah fit kembali, amiiin...

Anyway, Thank you so much Tempra :)

Itulah cerita saya tentang menyusui, hamil muda dan cara mengatasi demam pada anak Semoga pengalaman yang saya tulis di postingan ini ada manfaatnya yaa.. Mungkin bunda yang lain ada cerita juga tentang menurunkan demam anak? Share di kolom komentar yuk! 

---
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra




December 06, 2017

Begini Cara Facial Sendiri di Rumah, Ternyata Mudah!

by , in

Hi good people! Kali ini nyonyabaiq mau membahas tentang perawatan wajah ah ;)
Jadi ceritanya kemarin (05-12-17) saya berkesempatan bertemu kembali dengan bunda-bunda cantik dan hebat. Iya, kami ketemu lagi alhamdulillah. Sebenarnya kami ketemuannya sekali seminggu sih, kayak perkumpulan emak-emak jaman now gitu, kumpul-kumpul belajar ngaji hehe. Kalau bahasa arabnya sih pertemuan itu artinya "liqo", kalau bahasa inggrisnya "gathering" kali yaa...

Nah, salah satu anggota dalam liqo kami kebetulan ibu muda yang punya usaha salon dan spa. Namanya Bunda Aya, owner Malika Salon and Spa di daerah Bertais - Mataram. Well, kami kan ceritanya emak-emak jaman now yang juga pengen terlihat cantik di depan suami nih, akhirnya kepikiran buat "mencuri" ilmu dari Bunda Aya. Syukurnya beliau orangnya baik hati dan bersedia sharing ilmu.
December 04, 2017

5 Alasan Emak-emak Jaman Now Harus Datang ke Lombok

by , in


Halo maaaksss, udah masuk bulan Desember nih! Bentar lagi pergantian tahun! Sudah merencanakan liburan belum sama keluarga? Kira-kira rencana liburan akhir tahun yang paling asyik apa ya mak?.. Hmm kayaknya masing-masing orang beda-beda yaa jawabannya. Yang jelas, liburan atau enggak, yang penting kebersamaan kita dengan keluarga dan orang-orang tercinta tetap terjaga :)

Menjadi seorang ibu, entah itu full time mother ataupun yang berkarir di luar rumah tentunya setiap hari merasakan banget yang namanya capek mengurus rumah tangga. Mulai dari ngurus si kaka, adek, suami, cucian kotor, masak-memasak, nyiepin kebutuhan sekolah, kebutuhan suami pas mau berangkat kerja, nyapu dan ngepel lantai sudah menjadi rutinitas yang tidak bisa dihindari setiap harinya. Kadang (keseringan malah) sampai lupa mengurus diri sendiri. Bener enggak mak?

Nah, saya termasuk orang yang percaya bahwa emak-emak bahagia adalah cerminan dari keluarga yang bahagia juga hihi. Makanya saya juga termasuk orang yang setuju banget kalau ada yang bilang "Emak-emak itu wajib piknik!". Apalagi emak-emak jaman now. Dijamin deh, abis piknik pasti pikiran makin seger dan semangat lagi ngejalanin aktifitas rumah yang seabrek-abrek itu.

Oke mak, kali ini enggak usah berpanjang lebar. Cuss langsung aja saya mau bagikan info penting ini! Lombok udah terkenal sama keindahan alamnya, alias enggak salah saing sama tetangganya Pulau Bali. Nah, keindahan Pulau Lombok apa aja sih? Sebenarnya sudah banyak banget yang nulis. Tinggal nyari di embah gugel langsung deh ketemu. 

Tapi dalam tulisan saya ini khusus membahas eksotisme Pulau Lombok dari segi pandang seorang emak-emak. Seperti yang saya bilang sebelumnya, emak-emak jaman now itu harus, kudu dan wajib piknik! Piknik kemana aja boleh emak, yang penting bahagia. Tapi kalau mau piknik ke Lombok dijamin kebahagiaannya bisa berkali-kali lipat! Kok bisa? Setidaknya ada 5 alasan nih menurut saya. Yuk, check them out ^^

1. Biaya Makan dan Penginapan Murah Meriah


Udah jadi rahasia umum kalau emak-emak itu identik dengan berhemat wkwkwk. Ya iyalah, sebagai manager keuangan rumah tangga, seoarang ibu itu harus pandai-pandai dalam mengatur uang. Nah, kalau mau liburan asyik sekaligus hemat, ya Lombok jawabannya.

Anyway, Saya udah ngebuktiin lho mak hematnya tinggal di Lombok ini. Dulu saya kuliah empat tahun di Bogor, kerja di Jakarta hampir dua tahunan, dan pernah ngekos juga di Depok satu tahun. Saya ngerasain banget biaya hidup di sana muahal bingits hihi. Wajar sih, namanya juga kota besar. Dan ketika saya balik ke Lombok ini, waduh hidup saya bahagia banget! Bayangin dong, sarapan pakai nasi bungkus yang harganya 5rebu itu udah pakai ayam, telur, sayur, tempe orek dan sambel. Kalau di Jabodetabek, menu selengkap itu (dan ukuran ayamnya yang lumayan yaa) minimal harganya 10rebu mak, atau mungkin 12ribu :D

Untuk akomodasi dan penginapan? Tinggal pilih, mau yang ala koper atau backpaker? Semua lengkap dengan pilihan harga yang bersahabat ;)

2. Mempelajari Kain Tenun Khas Lombok

sumber: lifestyle.liputan6.com
Ketika melihat corak kain tenun khas Lombok yang berwarna-warni dan dengan motif yang tidak kalah kece di jaman now, emak-emak dijamin akan semakin happy. Karena emang kita emak-emak ini suka yang namanya keindahan.

Nah, kalau datang ke Lombok, enggak cuman bisa beli kain tenun untuk dijadikan oleh-oleh tapi juga emak-emak dapat mempelajari hal-hal lain terkait kain tenun ini. Karena kain tenun khas Lombok sangat berperan penting dalam mewarnai setiap fase kehidupan masyarakat Suku Sasak di Lombok. Mulai dari masih bayi, masyarakat Sasak memiliki adat 7 harian setelah si bayi lahir yang salah satu ritualnya harus menggunakan kain tenun. Terus ketika anak perempuan yang baru menginjak remaja harus belajar menenun dulu sebelum diijinkan menikah. Belum lagi ketika prosesi pernikahan dengan adat sasak, mulai dari pengantin pria, wanita, pengiring pengantin yang harus memakai kain tenun khas ketika melaksanakan nyongkolan (tradisi khas sasak dalam pernikahan). Banyak lagi deh peran kain tenun ini dalam kehidupan masyarakat Lombok. 

Banyak hal yang bisa dipelajari dari kain tenun, termasuk salah satunya adalah makna yang terkandung dalam setiap motif yang ada pada kain. Tentunya dengan bertanya langsung pada pakar/pengrajinnya yang lebih paham. Ada juga lhoo mitos yang mengatakan kalau pria tidak boleh belajar menenun kain! Kenapa? Penasaran? Yuk ah cari tau langsung jawabannya dengan datang ke Lombok hehe. Daerah yang paling terkenal sebagai penghasil kain tenun khas Lombok namanya Desa Sukarara.

3. Bisa Baper Melihat Tradisi Nikah di Lombok

sumber: sa2kcreative.com
Ada yang unik dengan tradisi menikah di Pulau Lombok. Calon pengantin pria harus terlebih dahulu "membawa lari" calon pengantin wanitanya! Kebayang enggak sih mak, gejolak hati orang tuanya si wanita?! Duh kalau udah ngomongin masalah perasaan, kita emak-emak paling cepet deh bapernya. Tapi tunggu dulu, ternyata kalau ditelusuri lebih mendalam, makna yang terkandung di balik tradisi "kawin lari" pada pernikahan khas Suku Sasak adalah menandakan bahwa kecintaan orang tua pada sang anak (wanita) yang sangat besar. Ibarat kata, kalau "sengaja" diminta menikah oleh sang laki-laki dengan cara melamar langsung sudah pasti enggak bakalan dikasih sama orang tuanya, sangking besar cinta orang tua kepada si anak perempuannya. Oleh karena itu, para lelaki Lombok lebih memilih "melarikan" calon mempelai wanitanya. Hal ini juga mencerminkan sikap keberanian yang tinggi dari pihak laki-laki.

Itu baru awal proses pernikahan lho mak. Belum lagi nanti ketika akad, nyongkolan (tradisi membawa mempelai wanita ke rumah orang tuanya setelah resepsi) sampai tahap akhir prosesi pernikahan ini banyak banget hal-hal yang dijamin bisa bikin baper para emak-emak. Kalau penasaran prosesi pernikahan khas Sasak seperti apa, cus dateng liburan ke Lombok :)

4. Bawa Pulang Oleh-oleh Mutiara

sumber: jengaryani.com
Siapa coba wanita yang enggak suka perhiasan? Rata-rata pada suka pasti yaa, apalagi emak-emak. Nah, Pulau Lombok terkenal banget sama mutiara air tawarnya. Mutiara cantik yang harganya lumayan terjangkau. Selain bisa membeli mutiara secara utuh, emak juga bisa membeli mutiara dalam bentuk perhiasan seperti kalung, cincin dan juga gelang. 

Mutiara khas Lombok tidak hanya disukai oleh konsumen dalam negeri tetapi juga banyak konsumen dari luar negeri. Makanya mutiara dari Lombok banyak yang diekspor dengan harga yang lumayan tinggi. Ciri khas mutiara Lombok adalah butirannya yang besar-besar dan memiliki kilau yang sangat indah.

5. Melihat "Merica" di Pantai

sumber tertera
Emak-emak itu udah terkenal dan identik dengan yang namanya dapur. Karena kebanyakan kalau sudah menyandang status emak-emak mau enggak mau ya harus bisa masak dan berkantor di dapur. Pastinya dan insyaallah semua emak-emak Indonesia udah familiar sama bumbu dapur yang satu ini yaitu 'merica'. Nah, udah tau belum mak kalau ternyata merica itu banyak lhoo bertebaran di sepanjang pantai di Lombok!

Tentunya bukan merica beneran lah yaa.. Gambar di atas adalah butiran pasir yang ada di pantai di kawasan Mandalika - Lombok Tengah. Hampir semua dan rata-rata pasir yang ada di kawasan Mandalika, Tanjung Aan, Pantai Kute dan sekitarnya memiliki pasir yang teksturnya seperti merica ini. Bayangin deh rasanya bisa berjalan di atas pasir pantai yang seperti ini. Nyaman dan menenangkan tentunya :)

---
Itu dia mak alasan kenapa harus segera merencanakan liburan ke Lombok versi nyonyabaiq.com. Sebelumnya saya mau berterima kasih kepada rekan saya sesama blogger Lombok yaitu Alfian dari http://www.superhore.com/ yang telah memberikan ide untuk menulis artikel ini. Tantangannya sih menulis tentang "alasan kenapa harus ke Lombok". Karena niche blog saya ini tentang dunia wanita maka saya harus menyesuaikan. Akhirnya kepikiran untuk menulis artikel dengan judul "5 Alasan Emak-emak Jaman Now Harus Datang ke Lombok" ini. 

Thanks for reading ya maks! Semoga bermanfaat ^^